China Berang Tak Diundang KTT Bikinan AS, Menteri Taiwan: Wujudkan Dulu Demokrasimu

Jum'at, 03 Desember 2021 - 11:38 WIB
loading...
China Berang Tak Diundang...
Ilustrasi
A A A
TAIWAN - Keputusan Amerika Serikat (AS) mengundang Taiwan ikut serta dalam KTT untuk Demokrasi mengundang reaksi keras China. Terlebih, China tidak diundang dalam KTT yang akan berlangsung pada 9-10 Desember itu.

China pun menentang keputusan AS mengundang Taiwan. China juga menyebut Presiden AS, Joe Biden melakukan kesalahan telah mengundang Taiwan untuk berpartisipasi dalam pertemuan puncak demokrasi bersama 109 pemerintah demokratis lainnya.

Baca: Biden Tak Undang Rusia dan China ke KTT Demokrasi, Kremlin: AS Memecah Belah

Menteri Digital Taiwan, Audrey Tang, yang merupakan pejabat termuda kedua di kabinet, membalas kecaman Beijing atas undangan untuk Taiwan tersebut. “Akan ada lebih banyak pertemuan puncak untuk demokrasi di masa depan,” Tang mengumumkan saat berbicara pada konferensi Reuters Next, Jumat (3/12/2021).

“Jadi, untuk semua pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia yang merasa mungkin diremehkan tidak diundang sebagai peserta, saran saya adalah melipatgandakan mewujudkan demokrasi, sehingga mungkin pada putaran berikutnya kita akan berbagi panggung yang sama,” papar Tang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved