Gawat, Ratusan Bahan Peledak dan Granat Raib dari Gudang Militer AS

Jum'at, 03 Desember 2021 - 06:07 WIB
loading...
A A A
“Kami berkomitmen untuk transparansi dan mengikuti prosedur yang tepat dan menganggap serius pertanggungjawaban bahan peledak,” Aldridge menambahkan.

AP juga menemukan lusinan investigasi bahan peledak oleh Layanan Investigasi Kriminal Angkatan Laut, Komando Investigasi Kriminal Angkatan Darat dan Layanan Investigasi Kriminal Pertahanan. Dalam sebagian besar dari 63 kasus ini, militer tidak menyadari adanya bahan peledak yang hilang sampai seseorang mendapatkannya kembali di tempat yang tidak seharusnya.

Itulah yang terjadi pada tahun 2018, ketika ayah seorang mantan Marinir memberi tahu penyelidik tentang rumah putranya di Colorado. Pihak berwenang menemukan empat blok C4 yang dimasukkan ke dalam sepatu bot putranya dan, di saku hoodienya, tali untuk meledakkannya. Mereka juga menemukan delapan granat penusuk lapis baja 40 mm, menurut catatan pengadilan.

Pada tahun 2016, seorang pria Pennsylvania yang telah pensiun dari Marinir sebagai letnan kolonel dua dekade sebelumnya ditemukan dengan 10 pon (5 kilogram) C4, kabel peledak dan tutup peledak, di rumahnya. Seorang jaksa federal menolak kasus tersebut, dengan alasan undang-undang pembatasan dan kurangnya niat kriminal.

Atau dalam kasus terbaru adalah seorang sersan di Camp Lejeune mengambil sisa C4 selama musim panas 2016, karena khawatir akan perang saudara terjadi jika Hillary Clinton memenangkan pemilihan presiden. Setelah kemenangan Donald Trump, ia mengubur 10 blok bahan peledak plastik itu, dengan berat sekitar 6 kilogram di halaman belakang rumahnya.

Baca juga: Ngeri! Tangki Bahan Bakar Jet Tempur F-16 AS Jatuh di Perumahan

“Kerusuhan, pembicaraan tentang penyitaan senjata, saya melihat negara ini bergerak menuju masa depan yang menakutkan yang tidak diketahui,” Sersan Travis Glosser kemudian menulis dalam pernyataan tujuh halaman kepada penyelidik NCIS.

"Saya memiliki satu hal di pikiran saya dan satu hal saja, saya melindungi keluarga saya dan hak konstitusional saya," sambungnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved