Krisis di Perbatasan Ukraina: Putin Peringatkan NATO, Siap Gunakan Rudal Zircon
Selasa, 30 November 2021 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
"Apa yang harus kita lakukan?" kata Putin. “Kami perlu mengembangkan sesuatu yang serupa untuk menargetkan mereka yang mengancam kami. Dan kita bisa melakukannya bahkan sekarang,” tegasnya.
Dia mengatakan rudal hipersonik baru yang akan masuk dalam gudang senjata militer dengan angkatan laut Rusia awal tahun depan akan mampu mencapai target dalam waktu yang sebanding.
"(Rudal) itu juga hanya membutuhkan lima menit untuk menjangkau mereka yang mengeluarkan perintah," kata Putin.
Untuk diketahui, rudal jelajah hipersonik Zircon, yang mampu terbang dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara hingga jarak 1.000 kilometer, telah menjalani serangkaian tes, yang terbaru pada Senin kemarin.
Baca juga: Rusia Berhasil Uji Tembak Rudal Jelajah Hipersonik Zircon, Ini Videonya
Putin berpendapat bahwa untuk menghindari ketegangan, Rusia dan Barat harus merundingkan kesepakatan yang akan mempertimbangkan kepentingan keamanan para pihak. Pemimpin Rusia itu mencatat bahwa Rusia sangat khawatir tentang latihan NATO di dekat perbatasannya, menunjuk pada latihan baru-baru ini yang melibatkan pembom strategis Amerika Serikat (AS).
“Pembom strategis, yang membawa senjata presisi dan mampu membawa senjata nuklir, terbang sedekat 20 kilometer ke perbatasan kami,” katanya. “Itu merupakan ancaman bagi kami,” imbuhnya.
Dia mengatakan rudal hipersonik baru yang akan masuk dalam gudang senjata militer dengan angkatan laut Rusia awal tahun depan akan mampu mencapai target dalam waktu yang sebanding.
"(Rudal) itu juga hanya membutuhkan lima menit untuk menjangkau mereka yang mengeluarkan perintah," kata Putin.
Untuk diketahui, rudal jelajah hipersonik Zircon, yang mampu terbang dengan kecepatan sembilan kali kecepatan suara hingga jarak 1.000 kilometer, telah menjalani serangkaian tes, yang terbaru pada Senin kemarin.
Baca juga: Rusia Berhasil Uji Tembak Rudal Jelajah Hipersonik Zircon, Ini Videonya
Putin berpendapat bahwa untuk menghindari ketegangan, Rusia dan Barat harus merundingkan kesepakatan yang akan mempertimbangkan kepentingan keamanan para pihak. Pemimpin Rusia itu mencatat bahwa Rusia sangat khawatir tentang latihan NATO di dekat perbatasannya, menunjuk pada latihan baru-baru ini yang melibatkan pembom strategis Amerika Serikat (AS).
“Pembom strategis, yang membawa senjata presisi dan mampu membawa senjata nuklir, terbang sedekat 20 kilometer ke perbatasan kami,” katanya. “Itu merupakan ancaman bagi kami,” imbuhnya.
Lihat Juga :