CEO Moderna Peringatkan Vaksin Kehilangan Khasiat Karena Omicron
Selasa, 30 November 2021 - 19:48 WIB
loading...
A
A
A
Moderna harus memberikan 60% dari produksi vaksinnya kepada otoritas Amerika Serikat (AS) sebagai tanggapan atas kritik mereka terhadap produsen vaksin internasional karena kurangnya dukungan untuk negara-negara berkembang dengan tingkat vaksinasi yang rendah.
"Ini sebagian besar merupakan keputusan kebijakan oleh negara-negara kaya. Di AS, kami diberitahu bahwa kami tidak punya pilihan selain memberikan 60 persen output kami kepada pemerintah AS. Itu bukan keputusan Moderna, itu keputusan pemerintah AS," ujar Bancel.
Dia juga mengatakan ada kelebihan dosis vaksin yang diproduksi untuk Afrika dan 70 juta dosis suntikan Moderna disimpan di gudang karena COVAX maupun pemerintah tidak bertanggung jawab atas pengirimannya.
Pada 14 Oktober, David Kessler, chief science officer dari tim respons COVID-19 AS, memperingatkan Moderna tentang konsekuensi jika perusahaan tidak menyediakan dosis vaksin yang cukup untuk COVAX.
"Ini sebagian besar merupakan keputusan kebijakan oleh negara-negara kaya. Di AS, kami diberitahu bahwa kami tidak punya pilihan selain memberikan 60 persen output kami kepada pemerintah AS. Itu bukan keputusan Moderna, itu keputusan pemerintah AS," ujar Bancel.
Dia juga mengatakan ada kelebihan dosis vaksin yang diproduksi untuk Afrika dan 70 juta dosis suntikan Moderna disimpan di gudang karena COVAX maupun pemerintah tidak bertanggung jawab atas pengirimannya.
Pada 14 Oktober, David Kessler, chief science officer dari tim respons COVID-19 AS, memperingatkan Moderna tentang konsekuensi jika perusahaan tidak menyediakan dosis vaksin yang cukup untuk COVAX.
(sya)
Lihat Juga :