CEO Moderna Peringatkan Vaksin Kehilangan Khasiat Karena Omicron

Selasa, 30 November 2021 - 19:48 WIB
loading...
CEO Moderna Peringatkan...
Petugas medis menunjukkan vaksin Moderna untuk melawan Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Kemanjuran berbagai vaksin Covid-19 akan menurun secara signifikan dengan munculnya varian baru Omicron. Peringatan itu diungkapkan CEO Moderna Stephane Bancel.

"Saya pikir itu akan menjadi penurunan (kemanjuran) material. Saya tidak tahu berapa banyak karena kita perlu menunggu datanya. Tetapi semua ilmuwan yang saya ajak bicara ... seperti 'ini bukan akan menjadi baik,'" tutur Bancel dalam wawancara dengan Financial Times, yang dilansir Sputnik pada Selasa (30/11/2021).

Menurut CEO Moderna, tingginya jumlah mutasi serta penyebaran cepat varian baru itu di Afrika Selatan mungkin memerlukan modifikasi untuk sejumlah vaksin saat ini tahun depan.

Baca juga: Ngeri, Varian Covid Omicron Tiba di Jepang, Asia Waspada

Dia menambahkan, sebagian besar ahli tidak mengharapkan strain yang sangat bermutasi selama satu atau dua tahun dan para ilmuwan khawatir tentang 32 mutasi protein lonjakan Omicron.

Baca juga: Putri Raja Arab yang Cantik, Percaya Diri dan Melawan Tabu

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengidentifikasi jenis baru itu sebagai salah satu perhatian, karena jumlah mutasi yang tinggi mungkin membuatnya lebih menular dan berbahaya. WHO telah menjulukinya Omicron, huruf ke-15 dari alfabet Yunani.

Moderna harus memberikan 60% dari produksi vaksinnya kepada otoritas Amerika Serikat (AS) sebagai tanggapan atas kritik mereka terhadap produsen vaksin internasional karena kurangnya dukungan untuk negara-negara berkembang dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

"Ini sebagian besar merupakan keputusan kebijakan oleh negara-negara kaya. Di AS, kami diberitahu bahwa kami tidak punya pilihan selain memberikan 60 persen output kami kepada pemerintah AS. Itu bukan keputusan Moderna, itu keputusan pemerintah AS," ujar Bancel.

Dia juga mengatakan ada kelebihan dosis vaksin yang diproduksi untuk Afrika dan 70 juta dosis suntikan Moderna disimpan di gudang karena COVAX maupun pemerintah tidak bertanggung jawab atas pengirimannya.

Pada 14 Oktober, David Kessler, chief science officer dari tim respons COVID-19 AS, memperingatkan Moderna tentang konsekuensi jika perusahaan tidak menyediakan dosis vaksin yang cukup untuk COVAX.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
Bukan Hanya Umur, Pakar...
Bukan Hanya Umur, Pakar IPB Sebut 6 Aspek Kesiapan Anak Sebelum Masuk SD
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved