Pertama Kali dalam 25 Tahun, AS Tunjuk Duta Besar untuk Sudan

Senin, 29 November 2021 - 14:29 WIB
loading...
Pertama Kali dalam 25...
Dubes AS untuk Sudan John Godfrey. Foto/ig news
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menunjuk John Godfrey sebagai duta besar (dubes) untuk Sudan. Dia merupakan dubes AS pertama untuk Sudan dalam 25 tahun terakhir.

Langkah ini setelah Washington meningkatkan perwakilan diplomatiknya dengan Khartoum dari Kuasa Usaha menjadi duta besar.

Menurut Al-Arabiya, John Godfrey diangkat menjadi duta besar AS untuk Sudan pada Sabtu (27/11/2021). Dia menjadi duta besar AS pertama di Sudan sejak 1996 ketika hubungan diplomatik terputus antara kedua negara.

Baca juga: Varian Covid Omicron Mungkin Sudah Ada di AS, Segera Menyebar Luas

Pada Juli, Foreign Policy menyebut Godfey sebagai kandidat yang paling mungkin menjadi dubes AS di Sudan.

Baca juga: Varian Covid Omicron Menyebar, Biden Melarang Perjalanan dari Afsel dan 7 Negara Lainnya

Pada saat itu, Godfrey adalah penjabat utusan kontraterorisme Departemen Luar Negeri AS dan utusan khusus untuk koalisi global melawan Negara Islam (ISIS).

Sebelum ini, dia memegang beberapa jabatan di Timur Tengah dan Afrika Utara selama waktunya di dinas luar negeri dan antara 2013 hingga 2014, ia adalah kepala staf Wakil Menteri Luar Negeri saat itu, William Burns, yang saat ini menjadi kepala CIA.

Pengalaman Godfrey di wilayah tersebut telah digambarkan sebagai menguntungkan bagi AS saat transisi Sudan menuju demokrasi di tengah pengaruh kekuatan regional yang bersaing.

Bulan lalu, Panglima Militer Sudan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan memimpin kudeta, membubarkan pemerintah transisi yang dipimpin Perdana Menteri Abdalla Hamdok, menahan puluhan politisi dan aktivis dalam proses tersebut.

Akibat tekanan internasional, Hamdok dipulihkan kembali ke posisinya awal pekan ini setelah ditahan dalam tahanan rumah.

Namun, ribuan orang turun ke jalan-jalan ibukota pada Kamis sebagai protes terhadap kudeta militer dan keputusan Hamdok bernegosiasi ulang dengan militer.

Pada akhir tahun lalu, mantan Presiden AS Donald Trump setuju mencabut Sudan dari daftar negara sponsor terorisme, setelah Khartoum ditekan menormalkan hubungan dengan Israel.

Sudan juga setuju membayar USD335 juta sebagai kompensasi kepada keluarga korban terorisme yang diduga disponsori Sudan.

Sudan dimasukkan dalam daftar itu pada 1993, setelah Presiden Omar Al-Bashir saat itu menjamu pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden di negaranya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved