Diktator Kejam Korsel Chun Doo-hwan Meninggal, Jandanya Minta Maaf

Sabtu, 27 November 2021 - 18:53 WIB
loading...
A A A
Cho Jin-tae, seorang pejabat senior di sebuah yayasan yang mewakili para korban Gwangju, mengatakan ekspresi penyesalan Lee yang samar-samar terdengar hampa dan meminta keluarga Chun untuk mendukung kata-katanya dengan tindakan, termasuk bekerja sama dengan upaya pencarian kebenaran atas kesalahan besar Chun.

"Saya tidak berpikir siapa pun akan terhibur oleh komentar Lee Soon-ja hari ini," kata Cho kepada AP melalui telepon.

Lee Jae-myung, kandidat calon presiden dari partai berkuasa Korea Selatan untuk pemilihan presiden pada Maret tahun depan, mengatakan komentar janda Chun menghina warga Gwangju dan rakyat Korea Selatan.

Dia mempertanyakan apakah Lee Soon-ja sengaja mengecualikan korban Gwangju dari permintaan maafnya dengan secara eksplisit merujuk pada waktu Chun di kantor. Sementara kudeta Chun terjadi pada 1979, baru pada September 1980 ia secara resmi mengangkat dirinya sebagai kepala negara, yang berbulan-bulan setelah pembunuhan di Gwangju pada Mei.

Chun adalah seorang mayor jenderal Angkatan Darat ketika ia merebut kekuasaan pada bulan Desember 1979 dengan kroni militernya, termasuk Roh Tae-woo, yang kemudian menggantikan Chun sebagai presiden setelah memenangkan pemilu pertama negara itu dalam hampir dua dekade pada tahun 1987. Kedua mantan pemimpin itu meninggal hanya berbeda bulan, di mana kematian Roh datang pada 26 Oktober 2021.

Sementara Roh diberi pemakaman kenegaraan, simpati terhadap Chun, yang dijuluki “tukang jagal Gwangju” jauh lebih sedikit. Meskipun Roh tidak pernah secara langsung meminta maaf atas tindakan keras tersebut, putranya berulang kali mengunjungi pemakaman Gwangju untuk memberi penghormatan kepada para korban dan meminta maaf atas nama ayahnya, yang terbaring di tempat tidur dalam 10 tahun sebelum kematiannya.

Kudeta Chun memperpanjang kekuasaan negara yang didukung militer menyusul pembunuhan mentornya dan mantan jenderal Angkatan Darat, Park Chung-Hee, yang telah memegang kekuasaan sejak 1961. Selama kediktatoran berturut-turut, warga Korea Selatan mengalami pelanggaran hak asasi manusia yang besar meskipun ekonomi nasional tumbuh secara dramatis dari reruntuhan Perang Korea 1950-1953.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
Mengenal Stroke, Penyebab...
Mengenal Stroke, Penyebab Suami Najwa Shihab Meninggal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved