ISIS Dituding Curi Ribuan Domba di Suriah untuk Membiayai Sel-sel Teror

Minggu, 21 November 2021 - 20:38 WIB
loading...
A A A
Gregory Waters, seorang analis riset dari Proyek Kontra Ekstremisme, mengatakan kepada Metro.co.uk, “Ini tidak seperti perdagangan minyak yang dimiliki ISIS ketika menguasai wilayah, tetapi mereka tidak memiliki biaya yang mereka miliki sebelumnya.”

Baca: Terungkap, AS Rahasiakan Serangan Udaranya Tewaskan 70 Wanita dan Anak-anak di Suriah

Menurutnya, yang mereka butuhkan sekarang hanyalah persediaan untuk sel mereka dan untuk membayar para penyelundup. “Ini adalah operasi yang mudah dan menguntungkan. Ini juga memiliki tujuan kedua bahwa dengan membunuh gembala dan mencuri domba, ada lebih banyak pengungsi internal, yang berarti lebih banyak rute penyelundupan dan penyeberangan informal,” jelas Waters.

“Ini memudahkan para pejuang ISIS untuk menyusup ke daerah-daerah, karena mereka dapat bersembunyi di antara orang asing yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain,” lanjutnya.

Menurut sebuah laporan yang disusun oleh Waters, para gembala ditemukan telah dieksekusi dengan tembakan di kepala mereka pada 'beberapa' kesempatan tahun ini. Ternak kemudian diselundupkan ke pasar, termasuk yang melintasi perbatasan di Irak, di mana harga yang lebih baik dapat diperoleh, dan ke selatan ke benteng utama rezim di Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Iran Siap Selesaikan...
Iran Siap Selesaikan Upaya Menuju Pengakhiran Konflik di Timur Tengah
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Iran Tak akan Izinkan...
Iran Tak akan Izinkan Siapa Pun Ekspor Minyak dari Timur Tengah jika Teheran Tidak Bisa
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved