Ancaman Terhadap Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Bertambah Besar

Minggu, 21 November 2021 - 17:50 WIB
loading...
A A A
Saat ini PBB memiliki 12 operasi Penjaga Perdamaian yang tersebar luas. Enam di Afrika, empat di Timur Tengah, satu di Eropa dan satu di Asia. Dengan lebih dari 66.000 personel militer dari 121 negara, lebih dari 7.000 polisi internasional, dan 14.000 warga sipil.

“Pasukan Penjaga Perdamaian terus membuat perbedaan besar di negara-negara di mana mereka mengawasi gencatan senjata, seperti Siprus dan Lebanon selatan dalam hal mencegah konflik dan mereka juga membuat perbedaan besar dalam hal perlindungan warga sipil, meskipun kami ingin melakukannya,” jelas Lacroix.

Baca: Jalankan Misi Perdamaian, 215 Prajurit TNI Satgas Kizi Berangkat ke Afrika Tengah

Menurutnya, pertemuan tingkat menteri mendatang tentang Penjaga Perdamaian PBB di Seoul, Korea Selatan pada 7-8 Desember sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kinerja dan dampak pasukan Penjaga Perdamaian dan efektivitas alat kami, dan untuk memobilisasi dukungan internasional untuk upaya ini.

Lacroix mengatakan, sejumlah besar menteri dan pejabat senior dari semua negara anggota PBB diharapkan hadir di Seoul. “Departemen Penjaga Perdamaian telah mengedarkan daftar ke negara-negara anggota PBB tentang apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan perlindungan Penjaga Perdamaian terhadap penyergapan, alat peledak dan serangan, dan untuk melindungi kamp mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, daftar itu juga mencakup dukungan dan peralatan medis yang ditingkatkan untuk membuat pasukan penjaga perdamaian lebih gesit, bergerak dan reaktif, terutama lebih banyak helikopter.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved