5 Fakta Putri Amalia Calon Ratu Belanda: Boleh Nikah Sejenis hingga Kerja Jadi Pelayan
Sabtu, 20 November 2021 - 02:57 WIB
loading...
A
A
A
Putri Amalia lulus ujian terakhirnya di Christelijk Gymnasium Sorghvliet di Den Haag pada bulan Juni, lulus dengan predikat cum laude.
3. Serukan Hapus Monarki
Kerajaan Belanda pernah dibuat heboh saat Putri Amalia membuat seruan "menghapus monarki".
Seruan ini juga muncul dalam biografinya. Dalam buku itu, dia bicara soal pandangannya tentang monarki dan refleksi tentang kesehatan mental.
Sekandar diketahui, Amalia menjadi pewaris takhta pada usia sembilan tahun, setelah sang nenek Ratu Beatrix turun takhta dan aksesi ke takhta ayahnya.
Biografi yang baru saja dirilis telah disetujui oleh layanan informasi pemerintah (RVD), yang menangani publisitas untuk Royal House. Buku ditulis oleh komedian dan aktris Claudia de Breij berdasarkan serangkaian wawancara langsung, email, dan pertukaran WhatsApp.
Dia mengatakan tidak masalah jika monarki Belanda dihapuskan. "Saya akan melanjutkan hidup saya," katanya.
Dukungan untuk monarki Belanda telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya pengawasan atas biayanya bagi pembayar pajak.
Amalia, yang tampaknya tidak gentar, mengatakan tentang kemungkinan penghapusan monarki: "Mereka bisa melakukannya, sejauh yang saya ketahui."
Berasal dari keluarga yang sangat tertutup—Keluarga Oranye melindungi urusan pribadi mereka di luar acara formal—Amalia mengaku sadar dirinya dikenali dalam kehidupan sehari-harinya di jalan atau saat berbelanja.
"Semua orang melihat Anda seperti Anda memiliki ikan mas di kepala Anda," ujarnya menggambarkan dirinya.
Membuka tentang kesehatan mentalnya lebih lanjut, dia memberi tahu penulis biografi bahwa orang tuanya telah mengirimnya ke psikolog anak karena dia membutuhkan dukungan setelah bibinya bunuh diri pada 2018.
"Terkadang semuanya menjadi terlalu berat bagi saya...dan kemudian saya berbicara dengan seseorang," katanya kepada penulis biografi.
“Kalau saya merasa perlu, saya buat janji. Tinggal curhat, nanti saya siap sebulan lagi. Saya tidak berpikir itu tabu," katanya.
3. Serukan Hapus Monarki
Kerajaan Belanda pernah dibuat heboh saat Putri Amalia membuat seruan "menghapus monarki".
Seruan ini juga muncul dalam biografinya. Dalam buku itu, dia bicara soal pandangannya tentang monarki dan refleksi tentang kesehatan mental.
Sekandar diketahui, Amalia menjadi pewaris takhta pada usia sembilan tahun, setelah sang nenek Ratu Beatrix turun takhta dan aksesi ke takhta ayahnya.
Biografi yang baru saja dirilis telah disetujui oleh layanan informasi pemerintah (RVD), yang menangani publisitas untuk Royal House. Buku ditulis oleh komedian dan aktris Claudia de Breij berdasarkan serangkaian wawancara langsung, email, dan pertukaran WhatsApp.
Dia mengatakan tidak masalah jika monarki Belanda dihapuskan. "Saya akan melanjutkan hidup saya," katanya.
Dukungan untuk monarki Belanda telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir, dengan meningkatnya pengawasan atas biayanya bagi pembayar pajak.
Amalia, yang tampaknya tidak gentar, mengatakan tentang kemungkinan penghapusan monarki: "Mereka bisa melakukannya, sejauh yang saya ketahui."
Berasal dari keluarga yang sangat tertutup—Keluarga Oranye melindungi urusan pribadi mereka di luar acara formal—Amalia mengaku sadar dirinya dikenali dalam kehidupan sehari-harinya di jalan atau saat berbelanja.
"Semua orang melihat Anda seperti Anda memiliki ikan mas di kepala Anda," ujarnya menggambarkan dirinya.
Membuka tentang kesehatan mentalnya lebih lanjut, dia memberi tahu penulis biografi bahwa orang tuanya telah mengirimnya ke psikolog anak karena dia membutuhkan dukungan setelah bibinya bunuh diri pada 2018.
"Terkadang semuanya menjadi terlalu berat bagi saya...dan kemudian saya berbicara dengan seseorang," katanya kepada penulis biografi.
“Kalau saya merasa perlu, saya buat janji. Tinggal curhat, nanti saya siap sebulan lagi. Saya tidak berpikir itu tabu," katanya.
Lihat Juga :