Jerman Bisa Hasilkan Rp81 Triliun dari Legalkan Penggunaan Ganja Rekreasi

Rabu, 17 November 2021 - 10:15 WIB
loading...
Jerman Bisa Hasilkan...
Pegawai memegang ganja di laboratorium pabrik obat herbal Bionorica. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Penelitian baru menemukan bahwa melegalkan penjualan dan penggunaan ganja rekreasi dapat membawa peningkatan 5 miliar euro (Rp81 triliun) ke ekonomi Jerman .

Pendapatan ekonomi itu diperoleh melalui pendapatan pajak tahunan dan penghematan biaya kepolisian.

Jika Jerman melanjutkan dengan legalisasi, penelitian memperkirakan bahwa hal itu dapat menghasilkan pendapatan pajak sebesar 3,4 miliar euro per tahun dan menghemat sekitar 1,3 miliar euro dalam biaya sistem kepolisian dan peradilan.

Baca juga: Setop Pelacuran Remaja dan Berantas Mucikari, Prancis Habiskan Rp225 Miliar

Tak hanya itu, dengan legalisasi ganja, Jerman menciptakan 27.000 lapangan kerja baru.

Baca juga: Luar Biasa! China Kalahkan AS sebagai Negara Terkaya di Dunia

Laporan yang dirilis Institute for Competition Economics (DICE) di Universitas Heinrich Heine di Dusseldorf dan ditugaskan Asosiasi Ganja Jerman, muncul di tengah diskusi yang sedang berlangsung untuk pembentukan koalisi pemerintah federal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved