Kutuk Uji Coba Senjata Anti Satelit, Rusia Sebut AS Munafik

Rabu, 17 November 2021 - 01:29 WIB
loading...
A A A
Pakar industri percaya bahwa bidang puing-puing yang dibuat oleh uji ASAT terbaru Rusia akan tetap berada di orbit selama bertahun-tahun, menciptakan ancaman bagi pesawat ruang angkasa lainnya. Perusahaan citra Bumi, Planet, yang memiliki lebih dari 140 satelit kecil di orbit rendah Bumi, menekankan bahwa uji ASAT Rusia menjadikannya negara keempat yang meledakkan satelitnya sendiri dari rudal dalam 15 tahun terakhir.

NASA mengkonfirmasi bahwa Stasiun Luar Angkasa Internasional masuk ke prosedur darurat pada hari Senin, menutup palka ISS sementara kru berlindung. NASA mengatakan ISS melewati atau mendekati bidang puing setiap 90 menit.

"Tidak terpikirkan bahwa Rusia akan membahayakan tidak hanya astronot Amerika dan mitra internasional di ISS, tetapi juga kosmonot mereka sendiri," kata administrator NASA Bill Nelson dalam sebuah pernyataan.

Insiden itu terjadi pada saat ketegangan meningkat antara AS dan Rusia. Para pejabat AS secara terbuka membunyikan alarm tentang penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina dan bergabung dengan Eropa dalam mengungkapkan keprihatinan tentang krisis migran di perbatasan dengan Belarusia, yang oleh para pejabat Eropa digambarkan sebagai krisis buatan yang diciptakan Belarusia dengan Rusia sebagai tindakan "perang hibrida" melawan Eropa.

Baca juga: Rudal Rusia Tembak Jatuh Satelit, Puingnya Berhamburan di Luar Angkasa
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved