Pasukan Keamanan Sudan Kembali Lepaskan Peluru Tajam, 5 Demonstran Tewas
Minggu, 14 November 2021 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, para demonstran berkumpul kembali di Khartoum dan membarikade setidaknya satu jalan utama dengan batu dan ban yang terbakar. Ada juga protes di kota-kota Sudan lainnya. "Pemuda tidak akan menyerah dan tidak akan menghentikan revolusi ini sampai kita mencapai tujuan revolusi," kata Mohammed Ahmed, seorang mahasiswa berusia 28 tahun.
Baca: Pemimpin Kudeta Militer Pecat 6 Dubes, Diplomat Top Sudan: Tidak Sah!
Hamza Baloul, Menteri Informasi di pemerintahan yang digulingkan, mengambil bagian dalam demonstrasi hari Sabtu setelah dia dibebaskan dari tahanan awal bulan ini. “Seharusnya tidak ada negosiasi dengan para pemimpin kudeta. Rakyat Sudan bersikeras pada pemerintahan sipil. Negara sipil (pemerintah) adalah pilihan kami dan kami akan memperjuangkannya," tandas Baloul.
Unjuk rasa, yang diserukan oleh gerakan pro-demokrasi, terjadi dua hari setelah pemimpin kudeta Jenderal Abdel-Fattah Burhan mengangkat kembali dirinya sendiri sebagai kepala Dewan Berdaulat, badan pemerintahan sementara Sudan. Langkah ini membuat marah aliansi pro-demokrasi dan membuat frustrasi Amerika Serikat dan negara-negara lain.
"Bagi saya, ini adalah dewan yang tidak sah dan ini adalah keputusan sepihak yang diambil oleh Burhan sendiri," kata seorang pengunjuk rasa, Wigdan Abbas (45). “Itu adalah keputusan oleh satu orang, tanpa konsultasi. Koalisi untuk kebebasan dan perubahan," ujarnya.
Baca: Pemimpin Kudeta Militer Pecat 6 Dubes, Diplomat Top Sudan: Tidak Sah!
Hamza Baloul, Menteri Informasi di pemerintahan yang digulingkan, mengambil bagian dalam demonstrasi hari Sabtu setelah dia dibebaskan dari tahanan awal bulan ini. “Seharusnya tidak ada negosiasi dengan para pemimpin kudeta. Rakyat Sudan bersikeras pada pemerintahan sipil. Negara sipil (pemerintah) adalah pilihan kami dan kami akan memperjuangkannya," tandas Baloul.
Unjuk rasa, yang diserukan oleh gerakan pro-demokrasi, terjadi dua hari setelah pemimpin kudeta Jenderal Abdel-Fattah Burhan mengangkat kembali dirinya sendiri sebagai kepala Dewan Berdaulat, badan pemerintahan sementara Sudan. Langkah ini membuat marah aliansi pro-demokrasi dan membuat frustrasi Amerika Serikat dan negara-negara lain.
"Bagi saya, ini adalah dewan yang tidak sah dan ini adalah keputusan sepihak yang diambil oleh Burhan sendiri," kata seorang pengunjuk rasa, Wigdan Abbas (45). “Itu adalah keputusan oleh satu orang, tanpa konsultasi. Koalisi untuk kebebasan dan perubahan," ujarnya.
(esn)
Lihat Juga :