Tensi Meningkat, Ukraina Sebut 100 Ribu Tentara Rusia Bercokol di Perbatasan

Minggu, 14 November 2021 - 06:52 WIB
loading...
Tensi Meningkat, Ukraina...
Presiden Ukraina sebut hampir 100 ribu pasukan Rusia berada di dekat perbatasan. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Tensi di perbatasan Ukraina - Rusia meningkat. Jumlah pasukan Rusia yang berada di dekat negara tetangganya itu dilaporkan mengalami penambahan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ada hampir 100.000 tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Ia juga mengatakan bahwa negara-negara Barat telah berbagi informasi tentang pergerakan aktif Rusia di Kiev.

"Saya berharap seluruh dunia sekarang dapat melihat dengan jelas siapa yang benar-benar menginginkan perdamaian dan siapa yang memusatkan hampir 100.000 tentara di perbatasan kita," katanya dalam video pidatonya pada hari Rabu yang disiarkan di situsnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (14/11/2021).

Jumlah ini meningkat dari jumlah sebelumnya. Pada 3 November, Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan jumlah tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina sebanyak 90.000. Mereka ditempatkan tidak jauh dari perbatasan dan di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di timur Ukraina. Dikatakan secara khusus bahwa unit Angkatan Darat ke-41 Rusia tetap berada di Yelnya, sekitar 260 kilometer utara perbatasan Ukraina.

Baca juga: Kembali Panas, Rusia Tempatkan 90 Ribu Pasukan Dekat Perbatasan Ukraina

Pergerakan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina telah memicu kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya serangan. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan Amerika prihatin dengan laporan aktivitas Rusia yang tidak biasa di dekat Ukraina.

"Kami tidak memiliki kejelasan tentang niat Moskow, tetapi kami tahu pedomannya," kata Blinken pada konferensi pers bersama.

“Kekhawatiran kami adalah bahwa Rusia mungkin membuat kesalahan serius dengan mencoba mengulangi apa yang telah dilakukannya pada tahun 2014 ketika mengumpulkan pasukan di sepanjang perbatasan, menyeberang ke wilayah Ukraina yang berdaulat dan melakukannya dengan mengeklaim secara salah bahwa itu diprovokasi," ujar Blinken.

Baca juga: AS Waswas Rusia Bakal Menginvasi Ukraina

Moskow telah menolak tudingan seperti menghasut dan sebaliknya mengeluh tentang peningkatan aktivitas di wilayah tersebut oleh aliansi transatlantik NATO.

“Tidak pernah direncanakan, tidak pernah dilakukan, dan tidak akan pernah melakukannya kecuali kita diprovokasi oleh Ukraina, atau oleh pihak lain dan kedaulatan nasional Rusia terancam," jawab Wakil Duta Besar Rusia Dmitry Polyansky untuk PBB ketika ditanya apakah Rusia berencana menyerang Ukraina.

Ia kemudian mengutip apa yang disebutnya sebagai banyak ancaman dari Ukraina dan tindakan provokatif oleh kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut Hitam.

“Ada banyak ancaman yang datang dari Ukraina,” Polyansky dengan cepat menambahkan. "Dan jangan lupa bahwa kapal perang Amerika di sekitar Laut Hitam bertindak sangat dekat," sambungnya.

“Jadi, setiap hari adalah hari yang sangat sulit untuk menghindari bentrokan langsung di Laut Hitam. Kami memperingatkan rekan-rekan Amerika kami bahwa ini adalah provokasi nyata,” tegasnya.

Baca juga: Diplomat Rusia: Moskow Tidak Akan Serang Ukraina Kecuali Diprovokasi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved