Junta Myanmar Vonis Jurnalis Amerika 11 Tahun Penjara

Jum'at, 12 November 2021 - 16:03 WIB
loading...
A A A
Frontier Myanmar mengatakan tuduhan itu didasarkan pada tuduhan bahwa Fenster bekerja untuk media terlarang Myanmar Now setelah kudeta militer. Tetapi Frontier mengatakan Fenster telah mengundurkan diri dari Myanmar Now pada Juli 2020, dan pada saat penangkapannya pada Mei 2021 telah bekerja dengan Frontier selama lebih dari sembilan bulan.

Frontier mengatakan Fenster menerima hukuman tiga tahun untuk tuduhan penghasutan, tiga tahun untuk tuduhan asosiasi yang melanggar hukum dan lima tahun untuk tuduhan imigrasi, menambahkan hukuman yang dijatuhkan adalah yang paling keras menurut hukum.

"Sama sekali tidak ada dasar untuk menghukum Danny atas tuduhan ini. Tim hukumnya dengan jelas menunjukkan kepada pengadilan bahwa dia telah mengundurkan diri dari Myanmar Now dan bekerja untuk Frontier sejak pertengahan tahun lalu," kata Kean.

Phil Robertson, Wakil Direktur Asia di Human Rights Watch, mengatakan hukuman itu adalah parodi keadilan yang dieksekusi oleh pengadilan kanguru yang beroperasi atas perintah dan seruan junta militer Myanmar.

"Alasan dari hukuman yang keterlaluan dan pelanggaran hak ini sebenarnya ada dua: Untuk mengintimidasi semua jurnalis yang tersisa di Myanmar dengan menghukum Fenster dengan cara ini, sementara pada saat yang sama mengirim pesan ke AS bahwa para jenderal Tatmadaw tidak menghargai dipukul dengan sanksi ekonomi dan dapat membalas dengan diplomasi sandera," kata Robertson.

"Jurnalisme bukanlah kejahatan, dan tidak boleh diperlakukan seperti itu - artinya Danny Fenster dan banyak jurnalis Burma yang masih berada di balik jeruji besi harus segera dibebaskan," tegasnya menggunakan nama lain dari Myanmar.

Baca juga: Militer Myanmar Dituduh Gunakan Tahanan sebagai Perisai Hidup dalam Pertempuran
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Iran Bombardir Kompleks...
Iran Bombardir Kompleks Pasukan AS di Yordania, Klaim Tewaskan Banyak Personel
Rekomendasi
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved