Erdogan dan Rakyat Turki Peringati 83 Tahun Meninggalnya Mustafa Kemal Ataturk

Jum'at, 12 November 2021 - 06:46 WIB
loading...
A A A
Wakil Presiden Fuat Oktay juga mem-posting pesan penghormatan di Twitter, mengatakan bahwa dia memperingati Atatürk dengan "rasa hormat, terima kasih, dan welas asih" pada peringatan ke-83 kematiannya.

Bendera Turki dipajang di atas kapal saat orang-orang memberikan penghormatan untuk menandai peringatan ke-83 kematian Ataturk.

Para komuter juga berdiri tegak selama satu menit mengheningkan cipta untuk menandai peringatan serupa.

Seperti biasa, kehidupan sehari-hari berhenti pada pukul 09.05 waktu setempat, sirene meraung-raung untuk menandai saat yang tepat kematian Atatürk pada usia 57 tahun, dan jutaan orang di seluruh negeri mengheningkan cipta selama dua menit.

Pertempuran kemerdekaan Turki dimulai pada tanggal 15 Mei 1919, ketika peluru pertama melawan pasukan pendudukan Yunani ditembakkan. Prestasi luar biasa di medan perang menyebabkan Turki merdeka, dan Republik Turki didirikan pada 29 Oktober 1923.

Atatürk menjadi presiden pertama republik tersebut sampai 10 November 1938, ketika ia meninggal di Istanbul pada usia 57 tahun karena sirosis.

Upacara lain diadakan di Parlemen Turki untuk memberi penghormatan kepada Atatürk.

Orang-orang Turki secara tradisional mengunjungi makam Atatürk setiap 10 November untuk memberi penghormatan.

Kedutaan Turki di Kazakhstan, Pakistan, Georgia, Azerbaijan, dan Kirgistan juga mengadakan upacara untuk mengenang pemimpin terkemuka tersebut. Para hadirin mengheningkan cipta selama satu menit pada pukul 09.05, waktu yang tepat dari kematian sang pemimpin, dan meletakkan bunga di monumen Atatürk sebagai bagian dari upacara.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved