Tegang, China Peringatkan AS Tak Kembali ke Era Perang Dingin

Kamis, 11 November 2021 - 06:47 WIB
loading...
Tegang, China Peringatkan...
Presiden China memperingatkan AS agar tidak membawa kawasan Asia-Pasifik kembali ke era Perang Dingin. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping pada Kamis (11/11/2021) memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tak kembali ke era Perang Dingin. Peringatan disampaikan di tengah memanasnya ketegangan di Asia-Pasifik yang melibatkan dua kekuatan dunia tersebut.

Sebaliknya, Xi Jinping mendesak semua negara di kawasan Asia-Pasifik untuk kerjasama yang lebih besar dalam pemulihan pandemi dan perubahan iklim.

Baca juga: Sheikh Al Azhar Mesir Tolak Seruan Islam-Kristen-Yahudi Dijadikan Satu Jadi Agama Ibrahim

“Upaya untuk menarik garis ideologis atau membentuk lingkaran kecil dengan alasan geopolitik pasti akan gagal,” katanya dalam konferensi bisnis virtual di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik.

“Kawasan Asia-Pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali ke dalam konfrontasi dan perpecahan era Perang Dingin," ujarnya, seperti dilansir AFP.

Pemimpin China tersebut menyerukan upaya bersama untuk menutup “kesenjangan imunisasi”, membuat vaksin COVID-19 lebih mudah diakses oleh negara-negara berkembang.

“Kita harus menerjemahkan konsensus bahwa vaksin adalah barang publik global ke dalam tindakan nyata untuk memastikan distribusi yang adil dan merata,” katanya dalam pidato untuk KTT yang diselenggarakan di Selandia Baru.

Xi mengatakan negara-negara harus meningkatkan kerja sama dalam penelitian, produksi, pengujian, dan saling pengakuan terhadap vaksin. "Agar keluar dari bayang-bayang pandemi dan mencapai pemulihan ekonomi yang stabil sejak dini," katanya.

China pada hari Rabu mengatakan telah mencapai kesepahaman dengan Amerika Serikat pada pertemuan puncak di Glasgow tentang perubahan iklim, bidang utama di mana pemerintahan Joe Biden melihat potensi kerjasama.

Xi tidak menyebutkan kesepakatan AS secara langsung tetapi mengatakan: “Kita semua dapat memulai jalur pembangunan berkelanjutan yang hijau dan rendah karbon”.

“Bersama-sama, kita dapat mengantarkan masa depan pembangunan hijau,” katanya. “China akan tetap berkomitmen untuk mempromosikan kerjasama yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kawasan Asia-Pasifik.”

Pakta pemanasan global datang menjelang pembicaraan virtual yang diharapkan antara Xi dan Presiden AS Joe Biden, yang dilaporkan akan diadakan paling cepat minggu depan.

Baca juga: Tuvalu Khawatir Tenggelam Beneran, Cari Cara Hukum agar Tetap Jadi Negara

Itu juga terjadi pada saat ketegangan meningkat di Asia-Pasifik.

Beijing telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan—pulau demokrasi yang memerintah sendiri namun masih diklaim oleh China—dengan rekor jumlah pesawat yang masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada awal Oktober 2021.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat akan memastikan Taiwan dapat mempertahankan diri untuk menghindari siapa pun yang mencoba mengganggu status quo dengan paksa.

China juga mengeklaim hampir semua Laut China Selatan yang kaya sumber daya, yang dilalui kapal-kapal perdagangan yang menghasilkan triliunan dollar setiap tahun, menolak klaim dari Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

Terhadap latar belakang itu, Amerika Serikat, Inggris dan Australia mengumumkan pada bulan September bahwa mereka telah membentuk aliansi baru—AUKUS—di mana Australia akan memperoleh kapal selam bertenaga nuklir menggunakan teknologi AS.

Meskipun pengiriman masih bertahun-tahun lagi dan China tidak disebutkan secara spesifik, pengumuman itu membuat marah China dan secara terpisah memicu pertikaian sengit dengan Prancis yang melihat kontrak yang sebelumnya dinegosiasikan untuk menjual kapal selam konvensional Australia dicabut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved