Rusia Bangkitkan Kembali Proyek S-550, Rudal Pencegat Jarak Pendek Era Soviet
Kamis, 11 November 2021 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Pengumuman Shoigu muncul setelah militer Rusia untuk pertama kalinya menunjukkan rekaman uji tembak langsung dari pendahulu S-550, yakni S-500. Sistem pertahanan S-500 dimaksudkan untuk pengganti S-300 dan suplemen untuk sistem S-400 canggih, pada bulan Juli.
Baca: Putin: Pengerahan Rudal AS di Eropa Jadi Ancaman Rusia, S-500 Siap Beraksi
Laporan mengatakan bahwa S-500 melakukan uji coba sistem rudal darat-ke-udara terpanjang di dunia pada tahun 2018. Mantan wakil Shoigu dan Wakil Perdana Menteri saat ini, Yury Borisov mengatakan pada bulan September, bahwa Angkatan Bersenjata Rusia telah mulai menerima pengiriman S-500, meskipun diperkirakan dijadwalkan untuk pengiriman pada tahun 2025.
Sebelumnya, Rusia mengaku dapat memasok sistem rudal anti-pesawat tercanggih S-500 ke China dan India di masa depan. Hal itu disampaikan Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknis-Militer (FSMTC), Dmitry Shugaev.
"Kami sedang mempertimbangkan India, serta China dan semua negara bagian di mana kami memiliki kemitraan lama dan hubungan timbal balik yang dapat diprediksi, sebagai pemilik masa depan dari sistem mutakhir ini," kata Shugaev dalam sebuah wawancara dengan RBC yang dilansir Sputniknews, Selasa (2/11/2021).
Baca: Putin: Pengerahan Rudal AS di Eropa Jadi Ancaman Rusia, S-500 Siap Beraksi
Laporan mengatakan bahwa S-500 melakukan uji coba sistem rudal darat-ke-udara terpanjang di dunia pada tahun 2018. Mantan wakil Shoigu dan Wakil Perdana Menteri saat ini, Yury Borisov mengatakan pada bulan September, bahwa Angkatan Bersenjata Rusia telah mulai menerima pengiriman S-500, meskipun diperkirakan dijadwalkan untuk pengiriman pada tahun 2025.
Sebelumnya, Rusia mengaku dapat memasok sistem rudal anti-pesawat tercanggih S-500 ke China dan India di masa depan. Hal itu disampaikan Direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknis-Militer (FSMTC), Dmitry Shugaev.
"Kami sedang mempertimbangkan India, serta China dan semua negara bagian di mana kami memiliki kemitraan lama dan hubungan timbal balik yang dapat diprediksi, sebagai pemilik masa depan dari sistem mutakhir ini," kata Shugaev dalam sebuah wawancara dengan RBC yang dilansir Sputniknews, Selasa (2/11/2021).
(esn)
Lihat Juga :