Orang Terkaya Didesak Membayar untuk Bantu Orang Termiskin di Dunia

Rabu, 10 November 2021 - 10:38 WIB
loading...
A A A
Dia menambahkan, “Bahkan sebelum pandemi, miliarder dunia memiliki lebih banyak kekayaan daripada 60% populasi global dan kesenjangan itu telah melebar sangat besar.”

Sekjen PBB mengatakan meningkatnya ketidaksetaraan merupakan faktor meningkatnya ketidakstabilan.

“Hari ini, kita menghadapi jumlah konflik kekerasan tertinggi sejak 1945 dan rasa impunitas yang berbahaya sedang berlangsung, terlihat dalam perebutan kekuasaan baru-baru ini dengan paksa, termasuk kudeta militer,” papar dia.

“Hak asasi manusia dan supremasi hukum sedang diserang,” ujar Guterres.

Dia menjelaskan, “Dari Afghanistan, di mana anak perempuan sekali lagi ditolak pendidikannya dan perempuan tidak mendapat tempat yang layak di masyarakat. Ke Myanmar, di mana minoritas menjadi sasaran, disiksa dan dipaksa melarikan diri. Ke Ethiopia, di mana krisis kemanusiaan buatan manusia sedang berlangsung di depan mata kita.”

Sekretaris jenderal PBB menyerukan untuk berinvestasi secara setara dalam pembangunan semua orang, pemantauan yang lebih ketat terhadap ketidaksetaraan yang tumbuh untuk mengatasi keluhan sejak dini, termasuk perempuan dalam membangun perdamaian, dan memastikan lembaga nasional mewakili semua orang.

"Ini berarti sistem peradilan yang berlaku untuk semua orang, sama tidak hanya orang kaya atau mereka yang memegang tampuk kekuasaan," ujar dia.

Pernyataan kepresidenan yang disetujui 15 anggota dewan mengatakan, “Pengucilan dan ketidaksetaraan mungkin menjadi faktor yang memperburuk dalam konflik, dan penting bahwa pemerintah yang berkonflik dan muncul dari konflik mengatasi penyebab ketidakstabilan dan ketidaksetaraan yang sudah berlangsung lama.”

Dewan Keamanan PBB juga menekankan pentingnya pendekatan komprehensif untuk mempertahankan perdamaian yang mencakup mengatasi akar permasalahan, memperkuat supremasi hukum, mempromosikan lingkungan pertumbuhan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, mendorong rekonsiliasi nasional, dan menengahi keluhan berdasarkan perbedaan agama, etnis, ras dan lainnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Laporan SIPRI: India...
Laporan SIPRI: India untuk Pertama Kalinya Kerahkan Senjata Berhulu Ledak Nuklir
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved