Irlandia Marah Paspornya Dipalsukan Mossad untuk Memburu Komandan Hamas
Rabu, 10 November 2021 - 01:15 WIB
loading...
Para agen Mossad Israel pernah gunakan paspor palsu Irlandia untuk beroperasi di Uni Emirat Arab untuk memburu dan membunuh seorang komandan Hamas. Foto/i24news.tv
A
A
A
TEL AVIV - Irlandia menyampaikan kemarahannya pada Israel dan badan intelijennya, Mossad . Musababnya, badan intelijen itu sudah memalsukan paspor Irlandia untuk memburu dan membunuh komandan Hamas, Mahmoud Al-Mabhouh, di sebuah kamar hotel di Dubai satu dekade lalu.
Kemarahan itu disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) Irlandia di Israel dalam sebuah tweetyang kemudiann dihapus.
Menanggapi seorang pengguna Twitter—di bawah artikel Jerusalem Post yang melaporkan Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney, mengatakan bahwa Israel tidak membuktikan enam LSM Palestina yang dilarang oleh Israel adalah organisasi teroris—Kedubes Irlandia di Israel menyatakan: "Hubungan diplomatik mungkin berarti sesuatu, tetapi jika mereka telah disalahgunakan untuk memalsukan paspor kami untuk digunakan dalam pembunuhan, mungkin dapat dimengerti bahwa kepercayaan dapat terpengaruh."
Baca juga: Sheikh Al Azhar Mesir Tolak Seruan Islam-Kristen-Yahudi Dijadikan Satu Jadi Agama Ibrahim
Insiden yang dimaksud kedutaan itu adalah pembunuhan Mossad terhadap komandan Hamas, Mahmoud Al-Mabhouh, di sebuah kamar hotel di Dubai, ketika para agen Mossad menggunakan paspor palsu untuk memasuki Uni Emirat Arab (UEA), sebelum normalisasi dengan Tel Aviv tahun lalu.
Kemarahan itu disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) Irlandia di Israel dalam sebuah tweetyang kemudiann dihapus.
Menanggapi seorang pengguna Twitter—di bawah artikel Jerusalem Post yang melaporkan Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney, mengatakan bahwa Israel tidak membuktikan enam LSM Palestina yang dilarang oleh Israel adalah organisasi teroris—Kedubes Irlandia di Israel menyatakan: "Hubungan diplomatik mungkin berarti sesuatu, tetapi jika mereka telah disalahgunakan untuk memalsukan paspor kami untuk digunakan dalam pembunuhan, mungkin dapat dimengerti bahwa kepercayaan dapat terpengaruh."
Baca juga: Sheikh Al Azhar Mesir Tolak Seruan Islam-Kristen-Yahudi Dijadikan Satu Jadi Agama Ibrahim
Insiden yang dimaksud kedutaan itu adalah pembunuhan Mossad terhadap komandan Hamas, Mahmoud Al-Mabhouh, di sebuah kamar hotel di Dubai, ketika para agen Mossad menggunakan paspor palsu untuk memasuki Uni Emirat Arab (UEA), sebelum normalisasi dengan Tel Aviv tahun lalu.
Lihat Juga :