Bebaskan Veteran Angkatan Laut AS, Trump: Terima Kasih Iran!

Jum'at, 05 Juni 2020 - 11:40 WIB
loading...
A A A
Pada Mei 2018, AS keluar dari pakta nuklir yang ditandatangani dengan Iran tiga tahun sebelumnya bersama sejumlah negara lain. AS kemudian kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran dan mengancam negara lain dengan sanksi.

Namun, pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington akan mengakhiri hampir semua keringanan yang tersisa untuk sanksi terhadap Iran sehubungan dengan beberapa fasilitas sipil. Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan Eropa, China dan Rusia yang mengerjakan proyek-proyek nuklir di Iran akan memiliki waktu dua bulan untuk menyelesaikan operasi mereka atau menghadapi kemarahan AS, yang akan datang dalam bentuk tindakan hukuman.

Dalam kasus reaktor nuklir sipil di Bushehr, AS mengatakan periode penghentian akan menjadi 90 hari untuk "memastikan keamanan." (Baca: AS Cabut Keringanan Sanksi bagi Anggota Perjanjian Nuklir, Iran: Tak Masalah )

Selain menghambat program nuklir Iran, Washington telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Teheran sejalan dengan tujuannya untuk mengurangi ekspor minyak negara itu menjadi nol. Ketika sebuah mini-armada kapal tanker Iran dimuat dengan bensin berlayar ke pelabuhan-pelabuhan Venezuela akhir bulan lalu yang bertentangan dengan sanksi AS, duta besar Venezuela untuk PBB mengatakan bahwa negara Amerika Latin menghadapi ancaman penggunaan kekuatan militer oleh militer dalam waktu dekat.

Bagaimanapun, Washington tidak membuat langkah apa pun untuk menghambat pengiriman, meskipun ada laporan bahwa mereka sedang mempertimbangkan pembalasan. (Baca: Diancam Sanksi, Tanker Liberia Batal Kirim Minyak Iran ke Venezuela )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Iran Klaim Rudal Patriot...
Iran Klaim Rudal Patriot AS yang Hancurkan Bandara Kuwait, Amerika Menyangkal
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Presiden Iran Dikabarkan...
Presiden Iran Dikabarkan Mundur karena Konflik dengan IRGC, Begini Faktanya!
Acuhkan Pengumuman Gencatan...
Acuhkan Pengumuman Gencatan Senjata Trump, Israel Terus Bombardir Lebanon
Rekomendasi
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp15.000 per Gram, Serok atau Jual?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved