Hasil Panen Merosot Tajam, Korut Lebih Utamakan Beri Makan Tentara Dibanding Rakyat
Selasa, 09 November 2021 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
“Saya tidak tahu bagaimana dibandingkan tahun lalu, tapi saya kira karena mereka tidak punya pupuk. Anda tidak dapat benar-benar bertani tanpa pupuk,” seorang pengungsi yang diidentifikasi dengan nama samaran Han Young-sun.
Baca: Rakyat Kim Jong-un di Korut Dilaporkan Mulai Dilanda Kelaparan
Minimnya pupuk impor merupakan akibat dari keputusan Pyongyang dan Beijing untuk menutup perbatasan mereka dan menghentikan semua perdagangan di awal pandemi virus Corona pada awal 2020. Langkah itu menghancurkan ekonomi Korut dan menyebabkan harga pangan meroket. Tanpa impor dari China, kesenjangan antara produksi pangan domestik dan permintaan tidak dapat ditutup.
Tetapi ketika pemerintah memperingatkan warganya untuk menghemat sebanyak yang mereka bisa, para pemimpin masih berjanji untuk memberi makan tentara sebanyak mungkin. “Mereka mengatakan bahwa jatah dari pertanian akan berkurang sekitar satu atau dua bulan karena beras yang disisihkan untuk militer adalah prioritas utama,” kata petani itu.
Biasanya, militer akan mendapatkan jatah 60 persen dari panen dan petani 40 persen. Tapi tahun ini, tentara akan mengambil apa pun yang dibutuhkan. Mengingat hasil panen yang rendah, para prajurit kemungkinan akan benar-benar memakan bagian petani. Memberi makan militer sangat penting untuk kelangsungan hidup rezim Kim Jong-un.
Baca: Rakyat Kim Jong-un di Korut Dilaporkan Mulai Dilanda Kelaparan
Minimnya pupuk impor merupakan akibat dari keputusan Pyongyang dan Beijing untuk menutup perbatasan mereka dan menghentikan semua perdagangan di awal pandemi virus Corona pada awal 2020. Langkah itu menghancurkan ekonomi Korut dan menyebabkan harga pangan meroket. Tanpa impor dari China, kesenjangan antara produksi pangan domestik dan permintaan tidak dapat ditutup.
Tetapi ketika pemerintah memperingatkan warganya untuk menghemat sebanyak yang mereka bisa, para pemimpin masih berjanji untuk memberi makan tentara sebanyak mungkin. “Mereka mengatakan bahwa jatah dari pertanian akan berkurang sekitar satu atau dua bulan karena beras yang disisihkan untuk militer adalah prioritas utama,” kata petani itu.
Biasanya, militer akan mendapatkan jatah 60 persen dari panen dan petani 40 persen. Tapi tahun ini, tentara akan mengambil apa pun yang dibutuhkan. Mengingat hasil panen yang rendah, para prajurit kemungkinan akan benar-benar memakan bagian petani. Memberi makan militer sangat penting untuk kelangsungan hidup rezim Kim Jong-un.
Lihat Juga :