Banjir Bandang Terjang Yaman Selatan, Lima Tewas dan Ratusan Mengungsi

Jum'at, 05 Juni 2020 - 10:22 WIB
loading...
Banjir Bandang Terjang...
Banjir bandang menerjang wilayah Yaman selatan, menewaskan lima orang dan menyebabkan ratusan orang mengungsi. Foto/Arab News
A A A
AL-MUKALLA - Hujan deras dan banjir bandang melanda provinsi-provinsi di wilayah Yaman selatan pada hari Rabu dan Kamis. Sedikitnya lima orang tewas dan ratusan keluarga mengungsi.

Hujan deras yang dimulai pada hari Rabu di provinsi selatan Yaman, Hadramout, memicu banjir bandang yang menewaskan lima gembala di lembah Henan dan merusak pertanian.

"Kelima pemuda itu pergi ke lembah untuk membawa kembali unta dan domba mereka sebelum banjir menghanyutkan mereka," ujar seorang pejabat pemerintah setempat, Hesham al-Souaidi, seperti dikutip dari Arab News, Jumat (5/6/2020).

Pemerintah dan warga setempat telah menemukan tiga mayat korban dan masih mencari dua lainnya.

Al-Souaidi mengatakan bahwa banjir juga menghancurkan pertanian dan membunuh sejumlah besar ternak di pertanian Wadi Hadramout.

Provinsi Yaman selatan telah bersiap menghadapi depresi tropis sejak Sabtu, melanda kota Salalah di selatan Oman, ketika Pusat Meteorologi Nasional negara itu mengeluarkan peringatan, mendesak warga Yaman untuk tidak bepergian selama badai dan menghindari banjir.

Di bagian pantai Hadramout, ratusan keluarga yang tinggal di dekat aliran banjir terpaksa mengungsi setelah banjir mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Amen Barezaeg, seorang pejabat pemerintah setempat yang ditugaskan oleh gubernur Hadramout untuk memimpin sebuah komite bantuan, mengatakan kepada Arab News bahwa timnya telah mendokumentasikan perpindahan 450 keluarga dari distrik Mayfa Hajer, menambahkan bahwa banjir merusak jalan, pertanian dan mengisolasi banyak daerah terpencil di provinsi.

“Kami sekarang sedang berupaya membuka kembali jalan untuk mencapai desa-desa yang terisolasi. Kerusakannya sangat besar,” katanya.

Banjir bandang membuat puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal, menghanyutkan ratusan pohon palem dan merusak puluhan rumah di kota Haji, sebelah barat kota Al-Mukalla, Ibu Kota provinsi Hadramout.

Di beberapa daerah Hadramout, warga mengatakan banjir lebih merusak daripada yang disebabkan oleh topan selama lima tahun terakhir.

“Kami belum pernah melihat banjir seperti ini. Hanya banjir pada tahun 1996 yang sekuat ini,” kata Mohammed Bahamel, seorang jurnalis dari desa Boroum Mayfa, sebelah barat Al-Mukalla, kepada Arab News.

Hujan lebat memicu banjir bandang yang mendatangkan malapetaka serupa juga terjadi di Shabwa, Abyan dan Aden. Tetapi, menurut pejabat setempat, tidak ada korban yang dilaporkan.

Seorang pejabat pemerintah di provinsi Shabwa mengatakan kepada Arab News bahwa banjir menghanyutkan pertanian, desa-desa terpencil dan merusak beberapa rumah.

Di Aden, buldoser terlihat membersihkan lumpur dari jalan ketika pejabat pemerintah memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh hujan.

Pada bulan April, pemerintah yang diakui secara internasional mendeklarasikan Aden, Ibu Kota sementara Yaman, sebagai daerah "bencana" setelah hujan lebat dan banjir besar menewaskan lebih dari 10 orang dan merusak infrastruktur.

Pejabat kesehatan setempat dan penduduk mengatakan bahwa curah hujan terbaru mungkin waktu yang tepat untuk penyebaran virus Corona dan penyakit lain yang menewaskan lebih dari 1.000 orang pada Mei.

Banjir hari Rabu menghancurkan jalan utama yang menghubungkan provinsi Hadramout dengan Aden, mengganggu pergerakan tim medis dan pasokan medis vital, termasuk peralatan pengujian, kata para pejabat.

Ahli meteorologi meramalkan bahwa hujan akan menghilang pada akhir pekan.

“Sisa-sisa depresi tropis terus menghasilkan hujan di Yaman barat daya. Hujan akan berkurang di daerah itu pada hari Jumat,” Jason Nicholls, seorang ahli meteorologi untuk AccuWeather, mengatakan di Twitter pada hari Kamis.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Houthi Yaman Ancam Intervensi...
Houthi Yaman Ancam Intervensi Militer dalam Perang Iran-AS
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Surati 'Sheikh Mata-mata' UEA soal Yaman dan Sudan
Arab Saudi Kerahkan...
Arab Saudi Kerahkan Uang dan Pengaruh di Yaman setelah Mengusir UEA
Eks Dewan Syura Arab...
Eks Dewan Syura Arab Saudi Ungkap UEA Kuda Troya Zionis Israel di Dunia Arab
10 Perang yang Terjadi...
10 Perang yang Terjadi pada 2026, dari Venezuela hingga Yaman
Minimalisasi Banjir...
Minimalisasi Banjir Tangsel, FPSC Susur Sungai Ciputat
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
Puluhan Rudal dan Ratusan...
Puluhan Rudal dan Ratusan Drone Rusia Bombardir Ibu Kota Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved