Israel Sarankan AS Buka Konsulat untuk Palestina di Tepi Barat, Bukan Yerusalem
Minggu, 07 November 2021 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Luar Negeri Yair Lapid, berbicara di sebelah Bennett, mengusulkan pembukaan kembali konsulat di kursi de-facto pemerintah Palestina di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki. "Jika mereka (Amerika Serikat) ingin membuka konsulat di Ramallah, kami tidak masalah dengan itu," katanya.
Sementara Di Ramallah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak komentar Lapid. "Kami hanya akan menerima konsulat AS di Yerusalem, ibu kota negara Palestina. Itulah yang telah diumumkan dan telah dilakukan oleh pemerintah AS," kata Nabil Abu Rudeineh kepada Reuters.
Baca: Israel Setujui Rencana Pembangunan Permukiman Ilegal di Yerusalem
Juru bicara Kedutaan Besar AS tidak segera berkomentar. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bulan lalu, pihaknya akan "melangkah maju dengan proses pembukaan konsulat sebagai bagian dari memperdalam hubungan itu dengan Palestina", meskipun salah satu staf seniornya juga mengatakan penolakan Israel terhadap rencana tersebut merupakan hambatan.
"Pemahaman saya (adalah) bahwa kami memerlukan persetujuan dari pemerintah tuan rumah untuk membuka fasilitas diplomatik apa pun," kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk Manajemen dan Sumber Daya, Brian McKeon selama sidang Senat AS ketika ditanyai tentang kebuntuan konsulat.
Sementara Di Ramallah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak komentar Lapid. "Kami hanya akan menerima konsulat AS di Yerusalem, ibu kota negara Palestina. Itulah yang telah diumumkan dan telah dilakukan oleh pemerintah AS," kata Nabil Abu Rudeineh kepada Reuters.
Baca: Israel Setujui Rencana Pembangunan Permukiman Ilegal di Yerusalem
Juru bicara Kedutaan Besar AS tidak segera berkomentar. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bulan lalu, pihaknya akan "melangkah maju dengan proses pembukaan konsulat sebagai bagian dari memperdalam hubungan itu dengan Palestina", meskipun salah satu staf seniornya juga mengatakan penolakan Israel terhadap rencana tersebut merupakan hambatan.
"Pemahaman saya (adalah) bahwa kami memerlukan persetujuan dari pemerintah tuan rumah untuk membuka fasilitas diplomatik apa pun," kata Wakil Menteri Luar Negeri untuk Manajemen dan Sumber Daya, Brian McKeon selama sidang Senat AS ketika ditanyai tentang kebuntuan konsulat.
(esn)
Lihat Juga :