Israel Setujui Rencana Pembangunan Permukiman Ilegal di Yerusalem

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 00:05 WIB
loading...
Israel Setujui Rencana...
Permukiman ilegal Israel di Yerusalem. FOTO/Al Jazeera
A A A
YERUSALEM - Otoritas pendudukan Israel di Yerusalem telah menyetujui rencana untuk membangun unit perumahan di permukiman illegal. Perumahan itu akan dibangun di wilayah Palestina Khirbet Tabalya, barat daya kota Yerusalem.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, pada Rabu (13/10/2021), Komite Perencanaan kota Yerusalem yang dikuasai Israel menyetujui rencana untuk membangun "bangunan umum dan jalan" di permukiman ilegal Yahudi "Giv'at Hamatos". Saat ini, permukiman ilegal terdiri dari satu set karavan dan rumah mobil yang didirikan pada awal 1990-an untuk pemukim Ethiopia.



“Ini gaya lama Israel, mengubah tanah yang disita menjadi bangunan jangka panjang,” kata pakar peta Yerusalem, Khalil Toufakji. “Jika dibangun, itu akan menjadi permukiman baru pertama yang dibuat di Yerusalem Timur dalam 20 tahun terakhir,” lanjutnya.

Toufakji menjelaskan, bahwa sebagian dari tanah itu milik Gereja Lutheran Jerman. Sementara bagian lain diklasifikasikan sebagai lahan milik pribadi warga Palestina, termasuk untuk pengungsi. Ia menunjuk pada penjualan tanah sebelumnya yang dimiliki oleh gereja untuk permukiman Yahudi di utara Nazareth – di “Betlehem Galilea” – dan Sarona, dekat Tel Aviv.

Pengumuman itu muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris di Washington, DC. Rencana sejak 2012 untuk membangun unit di permukiman sebelumnya mendapat tentangan keras dari sekutu Israel, Jerman dan AS.



Tetapi pada April 2020, pihak berwenang mengumumkan bahwa 6.500 unit rumah akan dibangun untuk permukiman, menggantikan rencana sebelumnya untuk area tersebut yang mencakup pembangunan 3.400 unit rumah dan 1.100 kamar hotel. Pada November 2020, Israel mengeluarkan tender untuk pembangunan 1.257 unit di permukiman tersebut.

Toufakji mengatakan, dia yakin bahwa selama kunjungan terakhir kanselir Jerman Angela Merkel ke Yerusalem awal pekan ini, Jerman telah memberi dukungan untuk rencana tersebut. “Dia (Merkel) memberi Otoritas Israel lampu hijau untuk melanjutkan penyelesaian, atau setidaknya mengangkat jubah tekanan Jerman,” tandasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
Netanyahu Ungkap Militer...
Netanyahu Ungkap Militer Israel akan Bangun Koridor Morag di Gaza
Israel Ingin Rebut Wilayah...
Israel Ingin Rebut Wilayah yang Lebih Luas, Hamas Siap Melawan
4 Negara Mayoritas Islam...
4 Negara Mayoritas Islam Rayakan Lebaran dalam Kondisi Berperang, dari Palestina hingga Suriah
Siapa Uday Rabie? Warga...
Siapa Uday Rabie? Warga Palestina yang Berani Mendemo Hamas hingga Diculik serta Disiksa hingga Tewas
Israel Kembali Bom Beirut,...
Israel Kembali Bom Beirut, 4 Orang Tewas
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden...
Yoon Suk Yeol Jadi Presiden Ke-2 Korsel yang Dimakzulkan, Tak Dapat Uang Pensiun
Rekomendasi
Pangeran William Didesak...
Pangeran William Didesak Segera Ambil Alih Takhta Raja Charles III
Dita Karang, Jinny,...
Dita Karang, Jinny, dan Minji Keluar dari Secret Number, Kontrak Berakhir
Dituduh Pindah Warganegara...
Dituduh Pindah Warganegara Singapura, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Angkat Bicara
Berita Terkini
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
15 menit yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
53 menit yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
2 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
3 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
4 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved