Iran Akui Punya 25 Kg Uranium Pengayaan 60%, Barat Makin Khawatir

Sabtu, 06 November 2021 - 00:00 WIB
loading...
Iran Akui Punya 25 Kg...
Fasilitas konversi uranium di Isfahan, 450 km selatan Teheran. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran telah meningkatkan persediaan uranium pengayaan 60% menjadi 25kg. Laporan terbaru itu diungkapkan media pemerintah.

Pengumuman itu datang tak lama setelah tanggal yang ditetapkan untuk dimulainya kembali pembicaraan nuklir antara Teheran dan kekuatan dunia lainnya.

“Republik Islam sejauh ini menghasilkan 25 kilogram uranium 60%," ungkap juru bicara Organisasi Energi Atom Iran Behrouz Kamalvandi pada Jumat (5/11/2021).

Baca juga: Pindahkan Minyak ke Kapal Iran, Kapal Tanker Vietnam Ditahan IRGC

Dia menegaskan, “Kecuali negara-negara dengan senjata nuklir, tidak ada negara lain yang mampu memproduksi sebanyak ini.”

Baca juga: Tegang! Iran Rilis Video Panas IRGC Hadang Kapal Perusak AS Hendak Sita Tanker Minyak

Pengungkapan Kamalvandi datang hanya beberapa hari setelah negosiator nuklir utama Iran, Ali Bagheri Kani, menjelaskan Teheran telah setuju memulai kembali negosiasi di Wina pada 29 November 2021.

Baca juga: Gara-gara Kritik Kontestan Miss France yang Berdarah Israel, 7 Orang Didenda

Pernyataan itu dikonfirmasi badan tindakan eksternal Uni Eropa tak lama setelah itu.

Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan Jerman mengeluarkan pernyataan bersama pada akhir Oktober di konferensi G20, yang mengungkapkan, "Keprihatinan yang mendalam dan berkembang atas program atom Republik Islam. Negara-negara tersebut juga mendesak Presiden Ebrahim Raisi untuk kembali ke upaya itikad baik untuk menyelesaikan negosiasi kita sebagai hal yang mendesak.”

Pembicaraan tentang menghidupkan kembali Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) telah terhenti sejak Raisi menjabat pada Agustus.

Kesepakatan itu awalnya ditandatangani pada 2015 antara Teheran, Beijing, Paris, Moskow, London, Washington, dan Berlin.

Namun, mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik keluar Amerika dari perjanjian itu pada 2018 dan menjatuhkan sanksi berat terhadap Teheran.

Iran, sebagai tanggapan, mulai memperkaya uraniumnya di atas kemurnian 3,67% yang digariskan dalam JCPOA, tingkat yang dianggap cocok untuk sebagian besar energi nuklir sipil.

Presiden Iran saat itu, Hassan Rouhani, mengatakan pada Juli bahwa Teheran memiliki kapasitas, jika dianggap perlu oleh otoritas Iran, untuk memperkaya uranium hingga 90%, yang dianggap sebagai patokan untuk produksi senjata nuklir.

Iran, bagaimanapun, telah bersumpah tidak memiliki keinginan untuk membuat persenjataan atom.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan minat yang besar untuk menghidupkan kembali perjanjian itu, tetapi telah menolak tuntutan Iran agar sanksi dicabut sebagai prasyarat untuk kembali ke meja perundingan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Iran Ancam Ubah Doktrin...
Iran Ancam Ubah Doktrin Nuklir jika Sanksi Barat Diberlakukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved