Wartawan China Peliput COVID-19 di Wuhan Nyaris Tewas di Penjara
Jum'at, 05 November 2021 - 20:15 WIB
loading...
Zhang Zhan, jurnalis warga di China dihukum penjara empat tahun karena siarkan langsung wabah COVID-19 dari Wuhan pada Februari lalu. Foto/Tangkapan layar YouTube via BBC
A
A
A
BEIJING - Seorang jurnalis warga yang dipenjara karena liputannya tentang respons awal China terhadap COVID-19 di Wuhan hampir meninggal di sel tahanannya setelah melakukan mogok makan. Kondisinya diungkap keluarganya, yang mendorong seruan baru dari kelompok-kelompok hak asasi manusia (HAM) untuk segera membebaskannya.
Zhang Zhan, 38, seorang mantan pengacara, melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 untuk melaporkan kekacauan di pusat pandemi. Melalui video ponsel cerdasnya, dia melakukan liputan yang mempertanyakan penanganan pihak berwenang China terhadap wabah tersebut.
Baca juga: Bukan 2, Tukang Listrik RS Ini Ternyata Sudah Memerkosa 99 Mayat Wanita
Dia ditahan pada Mei 2020 dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada bulan Desember atas tuduhan menimbulkan pertikaian dan memprovokasi masalah, sebuah tuduhan yang secara rutin digunakan pihak berwenang China untuk menekan perbedaan pendapat.
"Dia sekarang sangat kurus dan mungkin tidak hidup lebih lama," kata saudara laki-lakinya, Zhang Ju, dalam tulisannya di Twitter minggu lalu.
Kondisinya yang hampir meninggal juga diverifikasi oleh orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Tim kuasa hukumnya pada awal tahun ini mengatakan kepada AFP bahwa Zhang telah melakukan mogok makan dan dicekok paksa makan melalui selang hidung. Namun, mereka tidak memiliki informasi tentang kondisinya saat ini.
Zhang Zhan, 38, seorang mantan pengacara, melakukan perjalanan ke Wuhan pada Februari 2020 untuk melaporkan kekacauan di pusat pandemi. Melalui video ponsel cerdasnya, dia melakukan liputan yang mempertanyakan penanganan pihak berwenang China terhadap wabah tersebut.
Baca juga: Bukan 2, Tukang Listrik RS Ini Ternyata Sudah Memerkosa 99 Mayat Wanita
Dia ditahan pada Mei 2020 dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada bulan Desember atas tuduhan menimbulkan pertikaian dan memprovokasi masalah, sebuah tuduhan yang secara rutin digunakan pihak berwenang China untuk menekan perbedaan pendapat.
"Dia sekarang sangat kurus dan mungkin tidak hidup lebih lama," kata saudara laki-lakinya, Zhang Ju, dalam tulisannya di Twitter minggu lalu.
Kondisinya yang hampir meninggal juga diverifikasi oleh orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Tim kuasa hukumnya pada awal tahun ini mengatakan kepada AFP bahwa Zhang telah melakukan mogok makan dan dicekok paksa makan melalui selang hidung. Namun, mereka tidak memiliki informasi tentang kondisinya saat ini.
Lihat Juga :