Kisah Tukang Listrik RS Bunuh 2 Wanita lalu Perkosa Mayat Mereka
Selasa, 02 November 2021 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
“Setiap alamat berada di daerah di mana penduduk perempuan telah menjadi subjek prowler dan/atau voyeur pada waktu itu."
“Masing-masing telah diserang terlebih dahulu dengan dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala," imbuh Atkinson.
“Masing-masing kemudian sesak napas karena tekanan pada leher, seolah-olah dengan kuncian tangan," lanjut dia.
“Masing-masing telah dibiarkan telanjang secara efektif, dan masing-masing telah diserang secara seksual pada saat dan atau segera setelah kematian.”
Jaksa Atkinson menambahkan: "Apa yang menghubungkan kedua wanita muda ini, dalam keadaan seperti itu, lebih khusus lagi, adalah terdakwa ini, David Fuller."
Atkinson mengatakan Fuller mendapatkan kepuasan seksual melalui pengamatan dan identifikasi wanita yang rentan, mendapatkan kendali dari mereka, dan kemudian memanjakan kecenderungan seksualnya yang bejat dalam kaitannya dengan mereka.
"Itu semua memberikan penjelasan sehubungan dengan masing-masing korbannya atas pembunuhan mereka," ujarnya.
"Ini berarti bahwa dia sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakannya dalam membunuh dua wanita ini dan melakukan pelecehan seksual terhadap tubuh mereka setelah kematian mereka," paparnya.
"Pernyataannya sebaliknya, kami katakan, merupakan kelanjutan dari upayanya untuk menghindari konsekuensi dari tindakannya, dengan segala cara."
Persidangan terhadap Fuller masih berlanjut.
“Masing-masing telah diserang terlebih dahulu dengan dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala," imbuh Atkinson.
“Masing-masing kemudian sesak napas karena tekanan pada leher, seolah-olah dengan kuncian tangan," lanjut dia.
“Masing-masing telah dibiarkan telanjang secara efektif, dan masing-masing telah diserang secara seksual pada saat dan atau segera setelah kematian.”
Jaksa Atkinson menambahkan: "Apa yang menghubungkan kedua wanita muda ini, dalam keadaan seperti itu, lebih khusus lagi, adalah terdakwa ini, David Fuller."
Atkinson mengatakan Fuller mendapatkan kepuasan seksual melalui pengamatan dan identifikasi wanita yang rentan, mendapatkan kendali dari mereka, dan kemudian memanjakan kecenderungan seksualnya yang bejat dalam kaitannya dengan mereka.
"Itu semua memberikan penjelasan sehubungan dengan masing-masing korbannya atas pembunuhan mereka," ujarnya.
"Ini berarti bahwa dia sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakannya dalam membunuh dua wanita ini dan melakukan pelecehan seksual terhadap tubuh mereka setelah kematian mereka," paparnya.
"Pernyataannya sebaliknya, kami katakan, merupakan kelanjutan dari upayanya untuk menghindari konsekuensi dari tindakannya, dengan segala cara."
Persidangan terhadap Fuller masih berlanjut.
(min)
Lihat Juga :