Wanita Israel Ini Dipenjara 3 Kali karena Menolak Jadi Tentara Zionis
Selasa, 02 November 2021 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
“Pembungkaman para penolak politik adalah bagian kecil dari pola perilaku yang lebih keras—pembungkaman perjuangan Palestina untuk hak asasi manusia di Tepi Barat dan Gaza," ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, terungkap bahwa orang tuanya sepenuhnya mendukung keputusannya untuk menolak menjadi tentara Zionis Israel.
"Beberapa orang menyebut saya pengkhianat atau mengatakan saya tidak peduli dengan orang-orang saya, nama yang berbeda," katanya kepada BBC.
“Saya memutuskan untuk menolak bergabung dengan tentara karena saya tidak mau ambil bagian dalam penindasan jutaan orang yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza.”
Menurut hukum internasional, hak untuk menolak dinas militer berdasarkan hati nurani didasarkan pada Pasal 18 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, yang menjamin hak atas kebebasan berpikir, hati nurani, dan beragama atau berkeyakinan.
Dalam sebuah wawancara dengan BBC, terungkap bahwa orang tuanya sepenuhnya mendukung keputusannya untuk menolak menjadi tentara Zionis Israel.
"Beberapa orang menyebut saya pengkhianat atau mengatakan saya tidak peduli dengan orang-orang saya, nama yang berbeda," katanya kepada BBC.
“Saya memutuskan untuk menolak bergabung dengan tentara karena saya tidak mau ambil bagian dalam penindasan jutaan orang yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza.”
Menurut hukum internasional, hak untuk menolak dinas militer berdasarkan hati nurani didasarkan pada Pasal 18 Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik, yang menjamin hak atas kebebasan berpikir, hati nurani, dan beragama atau berkeyakinan.
(min)
Lihat Juga :