Moskow Geram Kapal Perang Bersenjata Rudal AS Dekati Rusia

Senin, 01 November 2021 - 07:22 WIB
loading...
Moskow Geram Kapal Perang...
Kapal perang USS Porter milik Amerika Serikat. Kapal bersenjata rudal ini dikirim ke dekat Rusia di perairan Laut Hitam. Foto/National Interest
A A A
MOSKOW - Moskow geram setelah Amerika Serikat (AS) mengirim kapal perang bersenjata rudal di dekat Rusia di perairan Laut Hitam. Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan tindakan Washington tidak meningkatkan stabilitas di kawasan.

Lavrov, di sela-sela KTT G-20 di Roma pada hari Minggu (31/10/2021), mengatakan kapal perang Amerika, USS Porter, dikirim di perairan yang berbatasan dengan Rusia—ribuan mil dari pangkalannya.

Baca juga: Pria Berpakaian Joker Tusuk 17 Orang di Kereta Tokyo

“Demonstrasi bendera Angkatan Laut AS di Laut Hitam bukanlah insiden yang terisolasi. Ada beberapa kali ketika Amerika Serikat secara eksplisit menjelaskan perlunya kapal perangnya memasuki jalur air ini untuk 'menahan' Rusia," kata Lavrov kepada wartawan, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (1/11/2021).

"Perilaku seperti itu tidak menambah stabilitas di kawasan tersebut," ujar diplomat top Rusia itu.

"Misi kapal AS datang sebagai bagian dari kebijakan yang konsisten dikejar oleh Washington untuk mendorong negara-negara pesisir Laut Hitam, yang merupakan anggota NATO, untuk mengejar kebijakan konfrontatif terhadap Rusia," imbuh Lavrov.

Kapal perusak bersenjata peluru kendali USS Porter memasuki Laut Hitam pada hari Sabtu. Misi kapal itu diawasi ketat oleh militer Rusia, di mana pasukan Armada Laut Hitam memantau pergerakannya.

AS, serta negara-negara NATO lainnya, telah berulang kali mengerahkan kapal perangnya ke wilayah Laut Hitam, berlayar dekat dengan perairan teritorial Rusia.

Insiden besar terbaru yang dihasilkan dari kegiatan semacam itu terjadi pada bulan Juni, ketika kapal Angkatan Laut Rusia harus melepaskan tembakan peringatan ke HMS Defender Angkatan Laut Kerajaan Inggris setelah kapal London itu melanggar perbatasan laut Rusia di dekat Crimea.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved