Militer Myanmar Dituding Lakukan Penyiksaan Massal Terhadap Tahanan

Minggu, 31 Oktober 2021 - 20:30 WIB
loading...
Militer Myanmar Dituding...
Militer Myanmar. FOTO/Reuters
A A A
YANGON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah menuntut penyelidikan menyeluruh atas klaim bahwa militer Myanmar mengekspos tahanan dengan teknik penyiksaan brutal. Penyiksaan ini diduga dilakukan sejak militer merebut kekuasaan lewat kudeta.

Washington mengaku "marah dan terganggu" oleh laporan yang menyebut rezim militer Myanmar telah menggunakan "penyiksaan sistematis". “Laporan penyiksaan di Myanmar harus diselidiki secara kredibel dan mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut harus bertanggung jawab,” kata pernyataan Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dar Independent, Minggu (31/10/2021).

Baca: Bumi Hangus, 160 Bangunan Terbakar Akibat Serangan Roket Tentara Myanmar

Pakar hak asasi manusia PBB di Myanmar juga menyerukan tekanan internasional yang kuat pada Junta Myanmar, yang telah berkuasa di negara itu sejak mengambil kendali dari pemerintah yang dipilih secara demokratis di negara itu.

Reaksi keras muncul ketika laporan komprehensif oleh Associated Press mengungkapkan rincian yang mengganggu tentang penyiksaan sistematis dan metodis terhadap tahanan di penjara dan kamp. Laporan investigasi, berdasarkan wawancara dengan 28 orang, merinci bagaimana seorang pemuda dipaksa berlutut di atas batu tajam, seorang biarawan dibuat melompat seperti katak, dan seorang akuntan disetrum menggunakan kabel listrik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved