Kapal Perang Rusia Uji Tembak Rudal Hipersonik Zircon Bulan Depan

Sabtu, 30 Oktober 2021 - 16:04 WIB
loading...
A A A
The Financial Times melaporkan pada akhir pekan lalu bahwa para pejabat intelijen AS telah dibuat tercengang oleh peluncuran roket China pada Agustus yang membawa rudal hipersonik berkemampuan nuklir.

Baca juga: Inilah Modus Panik Jenderal Tertinggi AS soal Rudal Hipersonik China

China secara resmi mengumumkan peluncuran roket Long March 2C ke-77 dan ke-79 pada bulan Juli dan Agustus, tetapi tidak ada pengumuman peluncuran ke-78.

The Financial Times melaporkan "peluncuran rahasia" ke-78 adalah untuk menguji rudal hipersonik.

Surat kabar itu, mengutip beberapa orang yang dekat dengan intelijen Amerika, mengatakan roket itu membawa "kendaraan luncur hipersonik" yang mengelilingi dunia di ruang orbit rendah sebelum melesat menuju targetnya.

Sementara rudal itu meleset dari targetnya hampir 40 km, sumber-sumber tersebut mengatakan kepada The Financial Times bahwa tes tersebut menunjukkan bahwa China telah membuat kemajuan luar biasa pada senjata hipersonik dan jauh lebih maju daripada yang disadari oleh pejabat AS.

"Kami tidak tahu bagaimana mereka melakukan ini," kata salah satu sumber yang mengetahui tes senjata tersebut kepada The Financial Times.

Taylor Fravel, seorang ahli senjata nuklir China di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan kepada The Financial Times bahwa teknologi tersebut dapat membantu China “meniadakan” atau membuat sistem pertahanan rudal canggih AS tak akan berguna.

Menurutnya, sistem pertahanan rudal Amerika hanya dirancang untuk menargetkan lintasan parabola tetap dari rudal balistik tradisional.

Mengomentari berita tersebut, Ryan Fedasiuk, seorang analis riset di Georgetown University’s Center for Security and Emerging Technology, menjelaskan signifikansinya.

“Elemen kendaraan luncur hipersonik sangat penting, bukan karena kecepatannya, yang melebihi Mach 5, seperti yang dilakukan hampir semua rudal balistik, tetapi karena profil penerbangannya yang rendah yang sangat bagus dalam menghindari sensor berbasis darat,” kata Fedasiuk dalam wawancara podcast.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved