Presiden Iran: Serangan Siber yang Lumpuhkan Pom Bensin untuk Ciptakan Kekacauan
Rabu, 27 Oktober 2021 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Serangan hari Selasa itu membuat kartu elektronik yang dikeluarkan pemerintah yang digunakan banyak orang Iran untuk membeli bahan bakar bersubsidi di SPBU menjadi tidak berguna. Kantor berita semi-resmi ISNA, yang pertama kali menyebut insiden itu sebagai serangan siber, mengatakan, mereka melihat warga Iran yang mencoba membeli bahan bakar dengan kartu yang dikeluarkan pemerintah melalui mesin alih-alih menerima pesan yang bertuliskan "serangan siber 64411."
Baca: Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total
Saluran satelit berbahasa Farsi di luar negeri menerbitkan video yang tampaknya diambil oleh pengemudi di Isfahan, sebuah kota besar Iran. Video itu memperlihatkan papan iklan elektronik di sana bertuliskan: “Khamenei! Mana bensin kita?” Yang lain mengatakan: "Gas gratis di pompa bensin Jamaran," merujuk ke rumah mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Penggunaan nomor "64411" mencerminkan serangan pada bulan Juli yang menargetkan sistem kereta api Iran yang juga menampilkan nomor tersebut. Perusahaan keamanan siber Israel, Check Point, kemudian mengaitkan serangan kereta api itu dengan sekelompok peretas yang menyebut diri mereka Indra, yang diambil dari nama dewa perang Hindu.
Baca: Israel Perlu Persiapan Setahun Lebih untuk Bisa Serang Iran Secara Total
Saluran satelit berbahasa Farsi di luar negeri menerbitkan video yang tampaknya diambil oleh pengemudi di Isfahan, sebuah kota besar Iran. Video itu memperlihatkan papan iklan elektronik di sana bertuliskan: “Khamenei! Mana bensin kita?” Yang lain mengatakan: "Gas gratis di pompa bensin Jamaran," merujuk ke rumah mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Penggunaan nomor "64411" mencerminkan serangan pada bulan Juli yang menargetkan sistem kereta api Iran yang juga menampilkan nomor tersebut. Perusahaan keamanan siber Israel, Check Point, kemudian mengaitkan serangan kereta api itu dengan sekelompok peretas yang menyebut diri mereka Indra, yang diambil dari nama dewa perang Hindu.
(esn)
Lihat Juga :