Skandal atau Ceroboh? 2.000 Senjata Api Militer AS Dicuri selama 2010

Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:01 WIB
loading...
Skandal atau Ceroboh?...
Sejumlah senjata api dipajang dengan latar belakang bendera AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Laporan mengejutkan dari Associated Press (AP) pada Juni 2021 telah mendorong Kongres Amerika Serikat (AS) mengatasi masalah sistemik yang menyebabkan lebih dari 2.000 senjata api militer dicuri sepanjang tahun 2010-an.

Menurut laporan AP, lebih dari 2.000 senjata api militer dicuri dari Angkatan Darat, Marinir, dan Angkatan Udara AS sepanjang tahun 2010.

Yang lebih parah, beberapa senjata api militer yang dicuri itu digunakan dalam kejahatan kekerasan.

Baca juga: AS Marah Besar Israel Lanjutkan Pembangunan Unit Rumah Baru Permukiman Yahudi

Sebagai tanggapan, anggota Kongres menulis peraturan yang lebih ketat ke dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS bagi cabang-cabang militer untuk melaporkan dan mencegah pencurian senjata api.

Baca juga: Gempar, Inilah Foto-foto 15 Agen Mossad yang Ditangkap di Turki

Para anggota Kongres akan bernegosiasi dan membahas perbedaan pendapat dalam Undang-undang yang mereka usulkan sebelum mengirimkan RUU tersebut ke Presiden AS Joe Biden.

Baca juga: Tonton! Video Baru Aksi Mendebarkan Pasukan Rusia Usir Perompak di Kapal Kontainer

Jendral Mark Milley, setelah laporan bulan Juni, mengatakan Departemen Pertahanan (DOD) akan berupaya membuat “perbaikan sistemik” untuk menghentikan proliferasi senjata api AWOL.

Namun, beberapa anggota Kongres tidak yakin apakah Departemen Pertahanan akan melakukan pekerjaan sesuai harapan.

Partai Demokrat di Komite Pengawasan dan Reformasi DPR menulis kepada Menteri Pertahanan Lloyd Austin, "Kami khawatir bahwa DOD tampaknya belum mengembangkan strategi yang koheren untuk meningkatkan kemampuannya dalam mempertanggungjawabkan senjata dan peralatan militer."

Ada juga kurangnya kepercayaan bahwa Departemen Pertahanan akan membuat perubahan yang diperlukan.

Kekhawatiran yang diangkat dalam laporan awal AP mencatat beberapa angkatan bersenjata menyembunyikan informasi dasar, yang menunjukkan bahwa jumlah sebenarnya senjata api yang dicuri bisa jauh lebih besar.

Ketika para wartawan menanyai pejabat militer, mereka sering diberi pernyataan yang bertentangan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved