Pengantin ISIS Jerman Dituduh Bunuh Gadis Yazidi yang Dijadikan Budak Seks

Senin, 25 Oktober 2021 - 15:16 WIB
loading...
Pengantin ISIS Jerman...
Pengadilan Jerman mengadili wanita anggota ISIS yang dituduh membunuh gadis Yazidi. Foto/REUTERS/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Seorang wanita Jerman yang menjadi pengantin ISIS di Irak diadili di pengadilan Munich atas tuduhan membunuh gadis Yazidi berusia lima tahun yang dijadikan budak seks. Anggota kelompok teroris itu sedang menjalani sidang vonis pada Senin (25/10/2021).

Dia dituduh melakukan kejahatan perang karena membiarkan seorang gadis Yazidi mati kehausan di bawah sinar matahari.

Jennifer Wenisch (30) menghadapi hukuman penjara maksimal seumur hidup jika terbukti bersalah melakukan pembunuhan dan kejahatan perang.

Baca juga: Skandal Seks Raja Juan Carlos: Ini Deretan di Antara 5.000 Wanita yang Ditidurinya

Dia juga telah didakwa atas tuduhan menjadi anggota organisasi teroris dan tuduhan melakukan pelanggaran Undang-Undang Kontrol Senjata Perang Jerman.

Jaksa Jerman menuduh Wenisch dan suaminya, anggota ISIS, "membeli" seorang wanita dan anak perempuan Yazidi sebagai budak. Kedua orang yang "dibeli" itu ditawan telah di Mosul, Irak, pada tahun 2015.

"Setelah gadis itu jatuh sakit dan membasahi kasurnya, suami dari terdakwa merantainya di luar sebagai hukuman dan membiarkan anak (perempuan) itu mati kehausan dalam panas yang menyengat," bunyi dakwaan jaksa, seperti dikutip AFP.

"Terdakwa membiarkan suaminya melakukannya dan tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan gadis itu."

Suami Wenisch, Taha al-Jumailly, juga menghadapi persidangan dalam proses terpisah di Frankfurt, di mana vonis akan dijatuhkan pada akhir November 2021.

Diidentifikasi hanya dengan nama depannya Nora, ibu gadis Yazidi telah berulang kali bersaksi di Munich dan Frankfurt tentang siksaan yang diduga menimpa anaknya.

Tetapi pengacara terdakwa mengeklaim bahwa kesaksian ibu itu tidak dapat dipercaya dan mengatakan tidak ada bukti bahwa gadis itu, yang dibawa ke rumah sakit setelah insiden itu, benar-benar meninggal.

Pengacara Wenisch ingin kliennya hanya menerima hukuman percobaan dua tahun karena mendukung organisasi teroris.

Ketika ditanya selama persidangan tentang kegagalannya menyelamatkan gadis itu, Wenisch mengatakan dia takut bahwa suaminya akan mendorongnya atau menguncinya.

Pada penutupan sidang, menurut harian Sueddeutsche Zeitung, dia mengklaim dirinya dijadikan contoh untuk semua yang telah terjadi di bawah rezim ISIS.

Menurut laporan media lain, Wenisch masuk Islam pada 2013 dan melakukan perjalanan pada tahun berikutnya melalui Turki dan Suriah ke Irak di mana dia bergabung dengan ISIS.

Direkrut pada pertengahan 2015 untuk polisi moral ISIS, dia berpatroli di taman kota di Fallujah dan Mosul yang diduduki ISIS.

Berbekal senapan serbu AK-47, pistol, dan rompi bahan peledak, tugasnya adalah memastikan aturan ketat ISIS tentang aturan berpakaian, perilaku publik, dan larangan alkohol dan tembakau.

Pada Januari 2016, dia mengunjungi kedutaan Jerman di Ankara untuk mengajukan surat identitas baru. Ketika dia meninggalkan kantor misi diplomatik itu, dia ditangkap dan diekstradisi beberapa hari kemudian ke Jerman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved