Skandal Seks Raja Juan Carlos: Ini Deretan di Antara 5.000 Wanita yang Ditidurinya

Senin, 25 Oktober 2021 - 07:25 WIB
loading...
Skandal Seks Raja Juan Carlos: Ini Deretan di Antara 5.000 Wanita yang Ditidurinya
Juan Carlos, mantan raja Spanyol yang mengasingkan diri di Abu Dhabi. Dia disebut memiliki gairah seks yang meledak-ledak dan pernah meniduri hampir 5.000 wanita selama menjadi raja. Foto/REUTERS
A A A
MADRID - Sebuah biografi mengungkap bahwa Juan Carlos , selama menjadi raja Spanyol , pernah berselingkuh atau meniduri hampir 5.000 wanita. Biografi itu memperkuat kesaksian mantan kepala polisi setempat bahwa Carlos disuntik hormon wanita oleh intelijen untuk mengendalikan gairah seksnya yang meledak-ledak.

Penyuntikan horman wanita dan penghambat testosteron ini merupakan informasi terbaru yang diungkap mantan Komisaris Polisi Spanyol, Jose Manuel Villarejo, dalam sidang Parlemen pekan lalu.

Villarejo juga membongkar tempat pengasingan mantan raja itu, yakni di sebuah hotel mewah di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Baca juga: Cerita Gairah Seks Raja Juan Carlos Meledak-ledak, Tiduri Hampir 5.000 Wanita

Villarejo saat ini diadili dalam kasus pemerasan. "[Pusat Intelijen Nasional (CNI)] menyuntikkan hormon wanita dan penghambat testosteron untuk mengendalikan libidonya karena dianggap sebagai masalah negara, bahwa dia sangat terangsang," katanya.

Intelijen melakukan hal itu karena libido sang raja saat itu dianggap akan menimbulkan masalah bagi negara.



Berita tentang libido mantan raja yang dipermalukan bukanlah hal baru. Itu terjadi setelah seorang penulis Spanyol dan sejarawan militer Amadeo Martinez Ingles menulis sebuah buku berjudul "Juan Carlos: The King Of 5,000 Lovers".

Buku itu mengungkap bukti sejarah seksualnya dan menggambarkan mantan raja itu sebagai pecandu seks yang merajalela.

Juan Carlos sendiri telah memiliki istri, yakni Ratu Sofia. Perselingkuhannya dengan hampir 5.000 wanita itu, di antaranya terjadi selama pernikahannya dengan Ratu Sofia.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2151 seconds (11.97#12.26)