Bela China, Korut Kecam Dukungan AS untuk Taiwan

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 14:02 WIB
loading...
Bela China, Korut Kecam...
Bela China, Korut kecam dukungan AS untuk Taiwan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) menuduh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meningkatkan ketegangan militer dengan China melalui dukungannya yang “sembrono” terhadap Taiwan . Korut mengatakan bahwa kehadiran militer AS yang berkembang di kawasan itu merupakan ancaman potensial bagi Pyongyang.

Wakil Menteri Luar Negeri Korut Pak Myong-ho mengkritik AS karena mengirim kapal perang melalui Selat Taiwan dan memberi Taiwan sistem senjata serta pelatihan militer yang ditingkatkan.

“Campur tangan yang tidak bijaksana Amerika Serikat dalam masalah-masalah mengenai Taiwan, yang dilihat oleh Korea Utara sepenuhnya sebagai urusan internal China, mengancam akan memicu situasi rumit di Semenanjung Korea,” kata Pak Myong-ho seperti dikutip dari AP, Sabtu (23/10/2021).

Lebih jauh, Pak mengkritik peran keamanan AS yang lebih luas di Asia Pasifik di tengah persaingan yang semakin ketat dengan China, sekutu utama Pyongyang dan jalur kehidupan ekonomi. Bulan lalu, Korut mengancam tindakan balasan yang tidak ditentukan menyusul keputusan pemerintahan Biden untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir ke Australia.

“Ini adalah fakta yang diketahui bahwa pasukan AS dan pangkalan militernya di (Korea Selatan) digunakan untuk menekan China dan bahwa kekuatan besar AS dan negara-negara satelitnya, yang terkonsentrasi di dekat Taiwan, dapat berkomitmen pada operasi militer yang menargetkan DPRK setiap saat,” kata Pak, menggunakan singkatan dari nama resmi Korea Utara, Republik Rakyat Demokratik Korea.

Baca juga: Korut: Kontrak Kapal Selam AS-Inggris-Australia Picu Perlombaan Senjata Nuklir
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved