Pertama Kali dalam 7 tahun, Kapal Penyapu Ranjau AS Masuk Laut Merah

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 21:01 WIB
loading...
Pertama Kali dalam 7...
Kapal penyapu ranjau AS tiba di Laut Merah pada Senin (18/10/2021). Foto/Twitter/US5thFleet
A A A
LAUT MERAH - Dua kapal penyapu ranjau Amerika Serikat (MCM) transit di selat strategis Bab el-Mandeb di Laut Merah untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Kapal-kapal itu akan meningkatkan keamanan jalur pelayaran internasional dan rute perdagangan global di tengah agresi yang meningkat oleh milisi Houthi Yaman.

“Kapal penanggulangan ranjau USS Sentry dan USS Gladiator tiba di Laut Merah pada hari Senin, menandai transit pertama dalam tujuh tahun oleh MCM Armada ke-5 dari Teluk ke Laut Merah,” ungkap pernyataan Armada Kelima AS pada Rabu (20/10/2021).

“Sentry dan Gladiator sedang melakukan operasi dan pelatihan Keamanan Maritim bersama mitra regional,” papar Armada Kelima AS.

Baca juga: Israel Nekat Bangun 3.000 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat Meski Ditekan AS

Ini menandai pertama kalinya Pentagon menempatkan kapal angkatan laut jenis ini di wilayah tersebut sejak dimulainya perang antara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan milisi Houthi yang didukung Iran.

Baca juga: Profil Ibu Mohammad bin Salman, Fahda binti Falah yang Jarang Terlihat Publik

Ancaman yang ditimbulkan oleh ranjau Houthi di jalur pelayaran di dekat selat Bab el-Mandeb baru-baru ini meningkat. Ancaman rajau itu membahayakan salah satu rute pengiriman minyak tersibuk di dunia.

Baca juga: Putin Tolak Perubahan Hak Veto Dewan Keamanan PBB, Alasannya Bikin Kaget

Dewan Keamanan PBB pada Rabu mengutuk “peningkatan jumlah insiden di lepas pantai Yaman, termasuk serangan terhadap kapal sipil dan komersial, yang menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan maritim kapal di Teluk Aden dan Laut Merah.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved