Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Pernah Dilecehkan Petugas Agama Malaysia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:58 WIB
loading...
Nur Sajat, pria transgender yang diburu Malaysia karena berpose di depan Kakbah dengan mukena, kini berada di Australia. Foto/The Star
A
A
A
KUALA LUMPUR - Nur Sajat, pria transgender yang diburu pasukan Malaysia atas tuduhan penistaan agama Islam karena berpose di depan Kakbah, Arab Saudi, dengan mukena, kini tinggal di Australia. Dia mengaku pernah dilecehkan secara seksual oleh petugas
Departemen Agama Islam Selangor (Jais) saat ditangkap Januari 2021.
Surat kabar The New York Times (NYT) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/10/2021) melaporkan laporan terperinci tentang pengalaman Nur Sajat di mana dia menuduh setidaknya tiga petugas Jais menendang, menjepitnya, dan membelainya selama penangkapan.
Baca juga: Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia
Nur Sajat mengatakan kejadian tersebut disaksikan oleh ibunya yang kemudian mempertanyakan kesalehan salah seorang petugas atas perlakuan tersebut.
"Petugas itu menjawab bahwa menyentuh Nur Sajat di dua area (pribadinya) itu dapat diterima karena dia adalah 'laki-laki'," kata Nur Sajat, mengingat ucapan petugas kala itu.
“Mereka pikir itu dibenarkan untuk menyentuh bagian pribadi saya dan payudara saya karena mereka menganggap saya sebagai laki-laki," ujarnya.
Departemen Agama Islam Selangor (Jais) saat ditangkap Januari 2021.
Surat kabar The New York Times (NYT) yang berbasis di Amerika Serikat (AS) pada Rabu (20/10/2021) melaporkan laporan terperinci tentang pengalaman Nur Sajat di mana dia menuduh setidaknya tiga petugas Jais menendang, menjepitnya, dan membelainya selama penangkapan.
Baca juga: Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia
Nur Sajat mengatakan kejadian tersebut disaksikan oleh ibunya yang kemudian mempertanyakan kesalehan salah seorang petugas atas perlakuan tersebut.
"Petugas itu menjawab bahwa menyentuh Nur Sajat di dua area (pribadinya) itu dapat diterima karena dia adalah 'laki-laki'," kata Nur Sajat, mengingat ucapan petugas kala itu.
“Mereka pikir itu dibenarkan untuk menyentuh bagian pribadi saya dan payudara saya karena mereka menganggap saya sebagai laki-laki," ujarnya.
Lihat Juga :