Lebanon di Ambang Perang Saudara, Hizbullah Klaim Miliki 100.000 Pasukan

Selasa, 19 Oktober 2021 - 09:52 WIB
loading...
Lebanon di Ambang Perang...
Para milisi bersenjata kelompok Hizbullah Lebanon berparade dengan bendera mereka. Foto/REUTERS
A A A
BEIRUT - Ketegangan sektarian yang semakin memanas di Lebanon telah membuat negara itu di ambang perang saudara. Pemimpin Hizbullah , Hassan Nasrallah, mengeklaim memiliki 100.000 petempur terlatih untuk menghadapi kemungkin terburuk.

Nasrallah pada hari Senin (18/10/2021) menuduh partai Pasukan Lebanon berusaha untuk memicu perang saudara setelah kekerasan sektarian pecah pada Kamis pekan lalu.

Baca juga: Colin Powell Meninggal, antara Penjahat Perang Irak dan Pahlawan AS

“Agenda sebenarnya dari partai Pasukan Lebanon adalah perang saudara karena itu mengarah pada pemindahan orang-orang Kristen dan membatasi mereka ke daerah tertentu, dan dengan demikian pembentukan kanton Kristen yang didominasi oleh partai Pasukan (Lebanon) di mana tidak ada ruang untuk orang lain," kata Nasrallah dalam sambutan pertamanya sejak kekerasan jalanan berdarah.

Nasrallah menekankan bahwa milisinya yang didukung Iran lebih kuat saat ini dan menambahkan bahwa mereka memiliki 100.000 petempur terlatih dan bersenjata.

Ini adalah pertama kalinya Nasrallah mengungkapkan jumlah milisinya.

“Saya menyarankan partai Pasukan Lebanon untuk menghentikan gagasan perselisihan internal dan perang saudara ini. Anda salah seratus persen, perhitungan Anda salah. Wilayah ini belum pernah melihat Hizbullah sekuat sekarang,” katanya.

Dia juga menuntut penyelidikan atas peristiwa Kamis lalu untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan berdarah.

Dia menambahkan bahwa Hizbullah akan mengambil tindakan jika pengadilan tidak melakukannya.

Ketegangan atas penyelidikan ledakan Beirut memicu kekerasan jalanan yang menyebabkan tujuh korban jiwa, semuanya adalah komunitas Syiah.

Mereka terbunuh dalam apa yang oleh milisi Syiah Hizbullah sebut sebagai penyergapan oleh kubu partai Pasukan Lebanon, sebuah partai Kristen yang dipimpin oleh Samir Geagea.

Baca juga: Beijing Bangga Film Tentara China Kalahkan AS dalam Perang Jadi yang Terlaris

Partai Pasukan Lebanon membantah tuduhan itu dan menuding Hizbullah memprovokasi masalah dengan mengirim pendukungnya ke lingkungan Kristen Ain al-Remmaneh di mana empat warga terluka sebelum sebuah tembakan dilepaskan.

Kekerasan jalanan, yang terburuk dalam lebih dari satu dekade, dimulai ketika pendukung Hizbullah dan sekutu Syiahnya, Amal, mulai berkumpul untuk protes menuntut pencopotan Hakim Tarek Bitar, yang sedang menyelidiki ledakan Beirut yang menewaskan lebih dari 200 orang.

Nasrallah mengatakan Hizbullah bukanlah musuh orang Kristen di Lebanon. "Ancaman terbesar bagi kehadiran Kristen di Lebanon adalah partai Pasukan Lebanon dan pemimpinnya," katanya.

“Orang-orang Kristen di Lebanon, setiap orang yang ingin menjadikan Anda Syiah dan Muslim sebagai musuh, itu adalah ketidakadilan, fitnah, dan ranjau besar di negara ini,” kata Nasrallah, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/10/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved