Pengadilan Iran Tolak Banding Pekerja Bantuan Inggris Nazanin Zaghari-Ratcliffe

Minggu, 17 Oktober 2021 - 07:24 WIB
loading...
Pengadilan Iran Tolak...
Pengadilan Iran menolak banding pekerja bantuan asal Inggris Nazanin Zaghari-Ratcliffe. Foto/Sky News
A A A
TEHERAN - Pengadilan banding Iran memutuskan untuk menolak banding yang diajukan oleh pekerja bantuan asal Inggris Nazanin Zaghari-Ratcliffe . Hal itu disampaikan langsung pengacaranya.

"Pengadilan banding telah menyetujui putusan pengadilan yang lebih rendah tanpa mengadakan sidang," kata pengacara Hojjat Kermani kepada situs Emtedad yang dinukil Reuters, Minggu (17/10/2021).

Pada bulan April, pengadilan Iran menghukum Zaghari-Ratcliffe dengan hukuman baru di penjara atas tuduhan propaganda melawan sistem yang berkuasa di Iran. Putusan itu hanya sebulan setelah dia menyelesaikan hukuman lima tahun penjara. Namun hukumn itu belum dilakukan.

Sementara itu situs yang mengkampanyekan pembebasan Zaghari-Ratcliffe, Free Nazanin, mengatakan manajer proyek Thomson Reuters Foundation itu telah meminta untuk berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Ia berharap Johnson dapa meminta pembebasannya kepada delegasi Iran yang melakukan perjalanan ke Glasgow untuk menghadiri pertemuan COP26.

"Nazanin telah meminta untuk berbicara dengan PM - dia mengundang Presiden Iran ke Glasgow bulan depan untuk #COP26 - saatnya baginya untuk duduk dengan Iran dan akhirnya mengakhiri ini," tweet kampanye Free Nazanin pada hari Sabtu yang dikutip CNN.

Baca juga: TV Iran: Inggris Akan Bayar Utang Rp8 Triliun untuk Bebaskan Nazanin Zaghari-Ratcliffe

Tidak ada komentar resmi langsung dari pengadilan Iran tentang keputusan pengadilan banding.

Zaghari-Ratcliffe ditangkap di bandara Teheran pada April 2016 setelah liburan untuk melihat keluarganya bersama putrinya. Dia dituduh bekerja dengan organisasi yang diduga berusaha menggulingkan rezim Iran dan kemudian dihukum dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara..

Keluarga Zaghari-Ratcliffe dan Thomson Reuters Foundation telah membantah tuduhan tersebut. Thomson Reuters Foundation adalah badan amal yang beroperasi secara independen dari perusahaan media Thomson Reuters dan anak perusahaan berita Reuters.

Zaghari-Ratcliffe, yang menjalani sebagian besar hukuman pertamanya di penjara Evin Teheran, dibebaskan pada Maret 2020 selama pandemi virus Corona baru dan ditahan di bawah tahanan rumah. Pada Maret 2021, dia dibebaskan dari tahanan rumah tetapi dia kembali dipanggil pengadilan atas tuduhan baru.

Anggota parlemen Inggris Tulip Siddiq mengatakan dia telah berbicara dengan suami Zaghari-Ratcliffe, Richard.

Baca juga: Polisi Inggris: Pembunuhan Sir David Amess di Gereja Adalah Insiden Teroris

"Nazanin telah kehilangan banding terakhirnya dan hukumannya 1 tahun ditambah larangan perjalanan 1 tahun ditegakkan tanpa sidang pengadilan. Dia sekarang dapat dikembalikan ke penjara kapan saja," kata Siddiq dalam sebuah tweet.

Ia pun mendesak Perdana Menteri Boris Johnson untuk campur tangan.

Penahanan puluhan warga negara ganda dan orang asing semakin memperumit hubungan antara Iran dan beberapa negara Eropa termasuk Jerman, Prancis serta Inggris, yang kesemuanya adalah pihak dalam perjanjian nuklir 2015 yang diteken Teheran dengan enam kekuatan dunia.

"Keputusan Iran untuk melanjutkan tuduhan tak berdasar ini terhadap Nazanin Zaghari-Ratcliffe adalah kelanjutan mengerikan dari cobaan kejam yang dia alami," kata Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss dalam sebuah pernyataan.

"Alih-alih mengancam akan mengembalikan Nazanin ke penjara, Iran harus membebaskannya secara permanen," tegasnya.

Keputusan pengadilan ini datang ketika pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir terhenti setelah ulama garis keras Ebrahim Raisi terpilih sebagai presiden.

Baca juga: Eks Tahanan Politik Iran Desak Inggris Tangkap Presiden Ebrahim Raisi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved