Studi Ungkap Adanya Peningkatan Pandangan Ekstrimisme dan Islamofobia di Sekolah-sekolah Inggris
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 02:05 WIB
loading...
Siswa di Inggris. FOTO/Reuters
A
A
A
LONDON - Guru-guru di Inggris telah melaporkan peningkatan pandangan ekstremis dan teori konspirasi di antara siswa mereka. Para guru memperingatkan, bahwa tanpa dana dan dukungan yang memadai, ide-ide seperti itu akan semakin beracun, dan menyebar.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Institute of Education, pendekatan pemerintah dalam menangani ekstremisme di sekolah difokuskan pada mengidentifikasi tanda-tanda radikalisasi, alih-alih membimbing anak-anak tentang cara menolak pemikiran dan gagasan ekstremis.
Baca: Pakar: Pembentukan AUKUS Mengakibatkan Hilangnya Kepercayaan pada Pemerintahan Biden
“Ini adalah peringatan bagi kita semua. Kita tahu bahwa saat ini para ekstremis sedang mencoba untuk memikat kaum muda ke dalam dunia yang penuh kebencian dan kekerasan, baik secara online maupun secara langsung,” kata Kamal Hanif, anggota tim peneliti studi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/10/2021).
“Kita harus menggunakan kekuatan pendidikan untuk melawan dan membantu kaum muda berdiri dan menolak ekstremisme dan kekerasan. Kami membutuhkan lebih banyak kejelasan dari pemerintah tentang perlunya memiliki waktu dalam kurikulum untuk diskusi yang jujur dan terbuka tentang ekstremisme,” sambungnya.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Institute of Education, pendekatan pemerintah dalam menangani ekstremisme di sekolah difokuskan pada mengidentifikasi tanda-tanda radikalisasi, alih-alih membimbing anak-anak tentang cara menolak pemikiran dan gagasan ekstremis.
Baca: Pakar: Pembentukan AUKUS Mengakibatkan Hilangnya Kepercayaan pada Pemerintahan Biden
“Ini adalah peringatan bagi kita semua. Kita tahu bahwa saat ini para ekstremis sedang mencoba untuk memikat kaum muda ke dalam dunia yang penuh kebencian dan kekerasan, baik secara online maupun secara langsung,” kata Kamal Hanif, anggota tim peneliti studi tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/10/2021).
“Kita harus menggunakan kekuatan pendidikan untuk melawan dan membantu kaum muda berdiri dan menolak ekstremisme dan kekerasan. Kami membutuhkan lebih banyak kejelasan dari pemerintah tentang perlunya memiliki waktu dalam kurikulum untuk diskusi yang jujur dan terbuka tentang ekstremisme,” sambungnya.
Lihat Juga :