Pakar: Pembentukan AUKUS Mengakibatkan Hilangnya Kepercayaan pada Pemerintahan Biden

loading...
Pakar: Pembentukan AUKUS Mengakibatkan Hilangnya Kepercayaan pada Pemerintahan Biden
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO/Reuters
BERLIN - Pembentukan aliansi keamanan Australia -Inggris- Amerika Serikat (AS), yang dikenal sebagai AUKUS , dianggap sebagai "penghinaan”. Pembentukan aliansi ini menyebabkan kehilangan besar kepercayaan pada pemerintah AS. Ini juga dinilai sebagai penghinaan terhadap mitra NATO.

Pakar kebijakan luar negeri asal Jerman, Christoph Heusgen mengatakan, dia tidak yakin apakah resiko itu sebanding dengan keamanan di kawasan, yang coba dicapai oleh aliansi itu.

Baca: Zakharova: Wamenlu AS Sebut AUKUS Ancam Keamanan Asia Pasifik

“Saya tidak tahu apakah kehilangan (kepercayaan) itu cukup sebanding dengan peningkatan keamanan regional yang seharusnya," kata pria yang lama menjadi penasihat Kanselir Jerman, Angela Merkel itu, seperti dilansir Sputnik, Rabu (13/10/2021).



AUKUS diumumkan pada 15 September lalu. Setelah terbentuknya AUKUS, Australia membuat langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan mengakhiri kontrak kapal selam senilai USD66 miliar dengan Prancis untuk mendukung aliansi trilateral baru.

Baca: Front Ketiga Perang Dingin Baru Sedang Berkembang di Asia-Pasifik

Inisiatif ini mengakibatkan ketegangan antara Paris dan anggota AUKUS, dengan penarikan duta besar Prancis dari Washington dan Canberra. Lalu, Paris dan Berlin menyatakan telah sepakat untuk merevisi konsep strategis NATO sebagai tanggapan atas pembentukan AUKUS dan pembatalan kontrak kapal selam.

“Aliansi keamanan mirip dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan dalam hal tindakan Washington yang tidak memenuhi harapan yang dimiliki pemerintah AS. Mereka mulai menjabat dengan janji untuk berkoordinasi erat dengan sekutu," tukas Heusgen.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top