Pasukan India Kocar-kacir Diserbu Pejuang Kashmir, 5 Tentara Tewas
Senin, 11 Oktober 2021 - 18:34 WIB
loading...
Tentara India berjaga di Kashmir yang dikontrol pemerintah India. Foto/REUTERS
A
A
A
SRINAGAR - Lima tentara India tewas dalam baku tembak sengit dengan gerilyawan yang berperang melawan pemerintahan India di wilayah Kashmir Himalaya pada Senin (11/10/2021). Kekerasan di wilayah yang disengketakan itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
“Polisi dan tentara mengepung daerah hutan di daerah Surankote selatan menyusul laporan intelijen bahwa militan hadir di sana,” ungkap Letnan Kolonel Devender Anand, juru bicara tentara India.
“Saat pasukan melancarkan operasi pencarian, gerilyawan melepaskan tembakan keras yang melukai seorang perwira militer dan empat tentara,” papar Anand.
Baca juga: Kebakaran Besar Hancurkan Kilang Minyak Lebanon, Beberapa Hari setelah Listrik Mati Total
Dia menambahkan, “Mereka dievakuasi ke fasilitas medis terdekat tetapi meninggal di sana.”
Baca juga: Profil Istri Mohammed bin Salman, Sara yang Punya Julukan Barbie Kecil
“Tentara dan polisi tambahan dikirim ke daerah itu. Pertempuran masih berlangsung,” ujar dia.
Baca juga: Akhir Tragis Penjagal Rakyat Palestina Ariel Sharon: Koma 8 Tahun, Membusuk di RS
Tidak ada kelompok pejuang Kashmir yang segera mengeluarkan pernyataan apapun terkait baku tembak tersebut.
India dan Pakistan mengklaim wilayah Kashmir yang terbagi secara keseluruhan. Sebagian besar Muslim Kashmir mendukung tujuan pejuang Kashmir menyatukan wilayah itu, baik di bawah kekuasaan Pakistan atau sebagai negara merdeka.
Puluhan ribu warga sipil, pejuang gerilyawan dan pasukan pemerintah tewas dalam konflik tersebut sejak 1989.
Pertempuran Senin terjadi di tengah tindakan keras pasukan pemerintah India di Lembah Kashmir menyusul serangkaian pembunuhan yang ditargetkan di kota utama Srinagar di kawasan itu pekan lalu.
Polisi India menahan lebih dari 500 orang untuk diinterogasi setelah tersangka pejuang menembak dan membunuh seorang ahli kimia Hindu Kashmir terkemuka, dua guru sekolah agama Hindu dan Sikh, dan penjual makanan jalanan Hindu dari negara bagian Bihar di India timur.
Pembunuhan itu tampaknya telah memicu ketakutan yang meluas di kalangan komunitas minoritas Hindu di Kashmir. Banyak keluarga Hindu memilih meninggalkan Lembah Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim.
“Polisi dan tentara mengepung daerah hutan di daerah Surankote selatan menyusul laporan intelijen bahwa militan hadir di sana,” ungkap Letnan Kolonel Devender Anand, juru bicara tentara India.
“Saat pasukan melancarkan operasi pencarian, gerilyawan melepaskan tembakan keras yang melukai seorang perwira militer dan empat tentara,” papar Anand.
Baca juga: Kebakaran Besar Hancurkan Kilang Minyak Lebanon, Beberapa Hari setelah Listrik Mati Total
Dia menambahkan, “Mereka dievakuasi ke fasilitas medis terdekat tetapi meninggal di sana.”
Baca juga: Profil Istri Mohammed bin Salman, Sara yang Punya Julukan Barbie Kecil
“Tentara dan polisi tambahan dikirim ke daerah itu. Pertempuran masih berlangsung,” ujar dia.
Baca juga: Akhir Tragis Penjagal Rakyat Palestina Ariel Sharon: Koma 8 Tahun, Membusuk di RS
Tidak ada kelompok pejuang Kashmir yang segera mengeluarkan pernyataan apapun terkait baku tembak tersebut.
India dan Pakistan mengklaim wilayah Kashmir yang terbagi secara keseluruhan. Sebagian besar Muslim Kashmir mendukung tujuan pejuang Kashmir menyatukan wilayah itu, baik di bawah kekuasaan Pakistan atau sebagai negara merdeka.
Puluhan ribu warga sipil, pejuang gerilyawan dan pasukan pemerintah tewas dalam konflik tersebut sejak 1989.
Pertempuran Senin terjadi di tengah tindakan keras pasukan pemerintah India di Lembah Kashmir menyusul serangkaian pembunuhan yang ditargetkan di kota utama Srinagar di kawasan itu pekan lalu.
Polisi India menahan lebih dari 500 orang untuk diinterogasi setelah tersangka pejuang menembak dan membunuh seorang ahli kimia Hindu Kashmir terkemuka, dua guru sekolah agama Hindu dan Sikh, dan penjual makanan jalanan Hindu dari negara bagian Bihar di India timur.
Pembunuhan itu tampaknya telah memicu ketakutan yang meluas di kalangan komunitas minoritas Hindu di Kashmir. Banyak keluarga Hindu memilih meninggalkan Lembah Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim.
(sya)
Lihat Juga :