AS: Tatap Muka Pertama dengan Taliban Jujur dan Profesional

Senin, 11 Oktober 2021 - 12:57 WIB
loading...
AS: Tatap Muka Pertama...
Delegasi Taliban berada di Qatar untuk melakukan pembicaraan tatap muka pertama dengan delegasi AS, Sabtu (9/10/2021). Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu (10/10/2021), menyatakan pertemuan tatap muka dengan Taliban di Doha berlangsung jujur dan profesional. Itu merupakan pertemuan pertama para pejabat kedua pihak sejak kelompok garis keras tersebut merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus lalu.

Sebuah pernyataan Departemen Luar Negeri AS mengatakan delegasi Washington dalam pembicaraan akhir pekan di Doha, Qatar, berfokus pada masalah keamanan, terorisme serta evakuasi yang aman bagi warga AS, warga negara asing lainnya dan warga Afghanistan.

Baca juga: Bawa Jet Tempur Siluman F-35, Kapal Induk Inggris Singgah di Dekat Indonesia

Selain itu, kedua pihak juga membahas masalah hak asasi manusia, termasuk partisipasi perempuan di semua aspek masyarakat Afghanistan.

AS dan Taliban lebih lanjut membahas bantuan kemanusiaan Amerika kepada rakyat Afghanistan.

"Diskusi itu jujur dan profesional dengan delegasi AS yang menegaskan kembali bahwa Taliban akan dinilai atas tindakannya, bukan hanya kata-katanya," bunyi pernyataan Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip Reuters, Senin (11/10/2021).

Pada hari Sabtu pekan lalu, seorang pelaksana tugas (Plt) menteri luar negeri Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa perwakilan Taliban meminta Amerika Serikat untuk mencabut pembekuan aset bank sentral Afghanistan.

Pejabat pemerintahan Joe Biden mengatakan kepada Reuters bahwa delegasi AS akan menekan Taliban untuk membebaskan warga AS yang diculik, Mark Frerichs. Prioritas utama lainnya adalah mempertahankan komitmen Taliban untuk tidak membiarkan Afghanistan kembali menjadi sarang al-Qaeda atau ekstremis lainnya.

Taliban kembali mengambil alih kekuasaan di Afghanistan 20 tahun setelah mereka digulingkan dalam invasi pimpinan AS karena menolak menyerahkan pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden menyusul serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Para pejabat mengatakan pertemuan itu merupakan kelanjutan dari "keterlibatan pragmatis" dengan Taliban dan bukan tentang memberikan pengakuan atau memberikan legitimasi kepada kelompok itu, yang menguasai Afghanistan pada Agustus lalu.

Baca juga: PM Israel Sebut Palestina Merdeka Berarti Pembentukan Negara Teror

Para pejabat AS mengatakan mereka berhubungan dengan lusinan orang Amerika dan penduduk tetap yang sah yang ingin meninggalkan Afghanistan dan ada ribuan warga Afghanistan sekutu AS yang menghadapi risiko penganiayaan Taliban masih di negara itu.

Washington dan negara-negara Barat lainnya sedang bergulat dengan pilihan sulit karena krisis kemanusiaan yang parah tampak besar di Afghanistan. Mereka mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberikan kelompok itu legitimasi yang dicarinya, sambil memastikan bantuan kemanusiaan mengalir ke negara itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Berita Terkini
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved