Dukung Pemulihan Ekonomi, Kemlu RI Garap Pasar Eropa Tengah dan Timur

Jum'at, 08 Oktober 2021 - 07:40 WIB
loading...
A A A
Platform digital ini menampilkan showcase produk ekspor diisi oleh sekitar 760 perusahaan dengan 4000 jenis produk ekspor potensial, dan 60 persen dari perusahaan tersebut adalah pelaku usaha UMKM. Selain itu, platform memiliki 727 visitor yang memiliki perhatian terhadap sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Platform digital ini menampilkan showcase produk ekspor diisi oleh sekitar 760 perusahaan dengan 4000 jenis produk ekspor potensial, dan 60 persen dari perusahaan tersebut adalah pelaku usaha UMKM. Selain itu, tercatat 727 visitor dari berbagai kalangan yang telah bergabung dalam platform dan memiliki perhatian terhadap sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.

Baca juga: Pasukan Khusus AS Diam-diam Latih Militer Taiwan sejak Tahun Lalu

Platform ini juga menampilkan potensi investasi dengan menampilkan ready to invest projects yang dikurasi oleh Kementerian Investasi dan Bank Indonesia dan secara langsung dapat diakses secara daring dan menghubungkan pengusaha di dalam jejaring pertemuan virtual dengan fasilitasi Kemlu dan Perwakilan RI di negara Eropa Tengah dan Timur.

“Silahkan para pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM untuk bergabung dengan platform INA-ACCESS ini secara gratis untuk mempomosikan produknya serta berkomunikasi dan menjalin kerja sama bisnis dengan mitranya dari luar negeri,” sambung Ngurah Swajaya.

Eropa Tengah dan Timur merupakan kawasan dengan tingkat ekonomi dan pendapatan per kapita yang tinggi. Dua puluh negara di kawasan ini adalah Albania, Armenia, Belarus, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Ceko, Georgia, Hongaria, Kroasia, Makedonia Utara, Moldova, Montenegro, Polandia, Romania, Rusia, Serbia, Slowakia, Slovenia, Turki, dan Ukraina.

Selain jumlah penduduk yang besar, mencapai sekitar 408 juta jiwa, negara-negara ini juga tergabung ke dalam organisasi seperti G-20, Uni Eropa, Visegrad, Eurasian Economic Union (EAEU), dan Central European Free Trade Agreement (CEFTA).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Di Seminar JARI, Para...
Di Seminar JARI, Para Pakar Kritisi Konstitusi untuk Kemajuan Bangsa
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Berita Terkini
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved