Siapa di Balik Geger Pandora Papers?

Rabu, 06 Oktober 2021 - 06:36 WIB
loading...
A A A
Pendukung keuangan badan tersebut termasuk Adessium Foundation, Open Society Foundations (OSF), The Sigrid Rausing Trust, The Ford Foundation, Fritt Ord Foundation, dan Pulitzer Center on Crisis Reporting, bersama dengan maestro media Australia Graeme Wood.

OSF adalah kendaraan bagi miliarder anti-komunis kelahiran Hungaria George Soros untuk mendanai LSM di seluruh dunia yang dituduh membantu upaya perubahan rezim di sejumlah negara.

Adessium yang berbasis di Belanda mendanai Bellingcat, sebuah organisasi yang telah mengeluarkan pengarahan rutin yang menuduh pemerintah Suriah dan sekutunya melakukan kejahatan perang, sementara kekuatan asing termasuk AS dan Turki terus mendukung kelompok militan bersenjata.

Ford Foundation didirikan pada tahun 1936 oleh taipan industri otomotif Henry Ford dan putranya Edsel, sembilan tahun setelah Ford berhenti menerbitkan surat kabar anti-Semitnya The Dearborn Independent dalam menghadapi tuntutan hukum. Operasi luar negeri yayasan itu termasuk Kelompok Pejuang Melawan Kemanusiaan yang berbasis di Berlin Barat, sebuah front CIA yang melakukan operasi spionase dan sabotase di Jerman Timur.

Baca juga: Bos Media China: Pandora Papers Hanya Alat Barat Ikut Campur di Negara-negara Berkembang

Fritt Ord Foundation menganugerahkan penghargaan kebebasan berbicara tahunan, yang penerima sebelumnya termasuk para pemimpin revolusi 1989 di Eropa Timur, termasuk Lech Walesa dari Polandia.

Fritt Ord juga mendanai Yayasan Hak Asasi Manusia (HRF) yang terhubung dengan Soros, yang pendirinya Thor Halvorssen Mendoza adalah sepupu dari pemimpin partai oposisi Venezuela Popular Will Leopoldo Lopez Mendoza. Lopez dipenjara pada 2015 karena menghasut kekerasan mematikan dalam kerusuhan Guarimba tahun 2014 melawan pemerintah Partai Sosialis Bersatu. Ketua HRF Garry Kasparov juga merupakan tokoh oposisi militan di negara asalnya, Rusia.

The Sigrid Rausing Trust adalah penyandang dana Hope not Hate (HnH), awalnya sebuah organisasi anti-fasis yang sekarang mempromosikan klaim bahwa China melakukan "genosida" etnis Muslim Uighur di provinsi barat laut Xinjiang. HnH menulis dalam sebuah artikel pada hari Jumat bahwa Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada Februari 2022 harus dijuluki "Game Genosida".
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Iran Menggila! Markas...
Iran Menggila! Markas Jet Tempur F-18 AS di Pangkalan Udara Al-Azraq Yordania Dibombardir
Ngeri! Iran Tutup Bab...
Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Rekomendasi
3 Pelaku Pembobolan...
3 Pelaku Pembobolan Bank Jambi Senilai Rp144,82 Miliar Jadi Tersangka
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved