Senator AS Desak Biden Usir 300 Diplomat Rusia

Rabu, 06 Oktober 2021 - 02:08 WIB
loading...
Senator AS Desak Biden...
Kedubes Rusia di Washingtona, AS. Foto/AP
A A A
WASHINGTON - Senator dari Partai Demokrat dan Republik mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengusir 300 diplomat Rusia dari negara itu jika Moskow tidak mengeluarkan lebih banyak visa bagi warga Amerika untuk mewakili Washington di Rusia.

Saran dari para pemimpin komite hubungan luar negeri dan intelijen Senat AS - Bob Menendez dan Mark Warner dari Demokrat serta Jim Risch dan Marco Rubio dari Partai Republik - akan menandai eskalasi tajam dalam perselisihan yang sedang berlangsung mengenai staf kedutaan di tengah ketegangan antara Washington dan Moskow.

Rusia pada bulan Agustus melarang kedutaan AS di Moskow untuk menahan, mempekerjakan atau mengontrak staf Rusia atau negara ketiga, kecuali penjaga. Kebijakan ini memaksa misi diplomatik AS untuk melepaskan 182 karyawan dan puluhan kontraktor, kata Departemen Luar Negeri.

Baca juga: Kedubes AS di Moskow PHK Massal, 182 Staf Asal Rusia Dipecat

"Itu berarti hanya ada sekitar 100 diplomat AS di Rusia, dibandingkan dengan 400 diplomat Rusia di seluruh Amerika Serikat," kata para senator.

“Ketidakseimbangan dalam perwakilan diplomatik ini tidak dapat diterima. Oleh karena itu, Rusia harus mengeluarkan visa yang cukup untuk mendekati kesetaraan antara jumlah diplomat Amerika yang bertugas di Rusia dan jumlah diplomat Rusia yang bertugas di Amerika Serikat,” tulis para senator dalam sebuah surat kepada Biden seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/10/2021).

Jika Moskow tidak melakukannya, mereka mengatakan Biden harus mulai mengusir sebanyak 300 diplomat Rusia.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait desakan ini.

Baca juga: AS Bersiap Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35 Besar-besaran ke Eropa
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Berita Terkini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved