China Warning AS soal Taiwan: Perang Dapat Dipicu Kapan Saja!

Selasa, 05 Oktober 2021 - 07:24 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price menegaskan kembali pada hari Senin bahwa Amerika Serikat sangat prihatin dengan langkah provokatif oleh Beijing.

"Kegiatan ini membuat tidak stabil, berisiko salah perhitungan dan merusak perdamaian dan keamanan regional," kata Price.

“Kami sangat mendesak Beijing untuk menghentikan tekanan dan paksaan militer, diplomatik dan ekonominya terhadap Taiwan,” katanya, yang menyebut komitmen AS ke pulau itu kokoh.

Kementerian Luar Negeri China pada hari Senin menuduh Washington mengirimkan sinyal yang sangat salah dan tidak bertanggung jawab dengan tindakan provokatif seperti menjual senjata ke Taipei dan mengirim kapal perangnya ke Selat Taiwan.

"AS harus memperbaiki kesalahannya, dengan sungguh-sungguh mematuhi 'Prinsip satu China'...menangani masalah Taiwan dengan hati-hati dan tepat, berhenti memperkuat pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan'," kata juru bicara kementerian itu, Hua Chunying.

Beijing telah meningkatkan tekanan pada Taiwan sejak terpilihnya lagi Tsai Ing-wen sebagai presiden dalam pemilu 2016. Presiden Tsai menolak bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu China".

Di bawah Presiden Xi Jinping, pesawat tempur China menyeberang ke ADIZ Taiwan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tahun lalu, rekor 380 jet militer China melakukan serangan ke zona pertahanan Taiwan, dan jumlah tahun ini pada awal Oktober telah melebihi 600.

Pekan lalu, 24 pesawat tempur China terbang ke zona itu setelah Taiwan mendaftar untuk bergabung dengan pakta perdagangan trans-Pasifik utama, sebuah langkah yang ditentang Beijing.

Unjuk kekuatan hari Jumat terjadi pada minggu yang sama ketika China menuduh Inggris melakukan "perhatian jahat" setelah mengirim kapal fregat untuk berlayar melalui Selat Taiwan, yang diklaim Beijing sebagai jalur airnya sendiri.

Xi menggambarkan Taiwan menjadi bagian dari daratan sebagai hal "tak terhindarkan". Pejabat militer AS telah mulai berbicara secara terbuka tentang kekhawatiran bahwa China dapat mempertimbangkan yang sebelumnya tidak terpikirkan dan menyerang.

"Serangan hari Senin adalah cara bagi Beijing untuk memberi tahu Washington bahwa mereka tidak akan tunduk pada peringatan AS, bahwa itu, bukan Washington, yang menetapkan aturan di bagian dunia ini,” kata J. Michael Cole, seorang analis yang berbasis di Taipei di Program Studi Taiwan Universitas Nottingham.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved