Iran: Perang dengan Israel Sudah Dimulai!
Sabtu, 02 Oktober 2021 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuduh Amerika Serikat (AS) melakukan "terorisme lunak" dengan menahan obat-obatan dan membuat rakyat negaranya kelaparan.
Baca juga: Dua Kali Bocor dan Kebanjiran, Kapal Induk Inggris Rp61,8 T Beroperasi Lagi
Diplomat Iran itu mengatakan bahwa keputusan strategis Iran untuk kembali ke putaran ketujuh pembicaraan nuklir di Wina telah dibuat dan bahwa negaranya telah mengumumkan hal ini dua minggu lalu kepada perwakilan Uni Eropa yang bertanggung jawab atas pembicaraan tersebut.
Ditanya apakah menurutnya kembali ke kesepakatan nuklir akan mencegah operasi militer oleh Israel, dia menjawab: "Israel telah merusak sistem penelitian dan sipil kami. Ada pembicaraan tentang ancaman nuklir Iran, tetapi Israel memiliki ratusan bom [nuklir], dan itu tidak pernah menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi."
Namun, Khatibzadeh, yang berbicara di Forum Perdamaian Dunia, mengatakan: "Kawasan ini lelah dengan perang. Kita harus menemukan pendekatan baru untuk memecahkan masalah sesuai dengan resolusi PBB. Semua pihak harus menunjukkan kemauan politik untuk sebuah pengaturan."
Baca juga: Dua Kali Bocor dan Kebanjiran, Kapal Induk Inggris Rp61,8 T Beroperasi Lagi
Diplomat Iran itu mengatakan bahwa keputusan strategis Iran untuk kembali ke putaran ketujuh pembicaraan nuklir di Wina telah dibuat dan bahwa negaranya telah mengumumkan hal ini dua minggu lalu kepada perwakilan Uni Eropa yang bertanggung jawab atas pembicaraan tersebut.
Ditanya apakah menurutnya kembali ke kesepakatan nuklir akan mencegah operasi militer oleh Israel, dia menjawab: "Israel telah merusak sistem penelitian dan sipil kami. Ada pembicaraan tentang ancaman nuklir Iran, tetapi Israel memiliki ratusan bom [nuklir], dan itu tidak pernah menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi."
Namun, Khatibzadeh, yang berbicara di Forum Perdamaian Dunia, mengatakan: "Kawasan ini lelah dengan perang. Kita harus menemukan pendekatan baru untuk memecahkan masalah sesuai dengan resolusi PBB. Semua pihak harus menunjukkan kemauan politik untuk sebuah pengaturan."
(min)
Lihat Juga :